Kronologi Ujian Sains Berujung Maut di Siak, Ledakan Senapan 3D Printer Tewaskan Siswa SMP
Joseph Wesly April 09, 2026 04:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, SIAK- Peristiwa memilukan terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islamic Center Kabupaten Siak, Provinsi Riau, pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia diduga akibat ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik sains.

Alat yang akan dia ujikan saat praktik sains justru merenggut nyawanya.

Benda tersebut meledak hingga melukai wajahnya dan tragisnya mengambil nyawa sang pelajar.

Peristiwa maut itu terjadi ketika siswa menjalani ujian praktik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di lapangan sekolah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak, Ajun Komisaris Polisi Raja Kosmos Parmulais, membenarkan kejadian tersebut.

Kronologi Kejadian

Saat ujian berlangsung, siswa dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri dari sembilan orang. Setiap kelompok diminta memperagakan proyek sains yang telah mereka buat.

Ketika giliran kelompok MA, korban meminta teman-temannya menjauh dari lokasi karena akan menguji alat berupa senapan rakitan berbasis desain 3D printer hasil karyanya.

Korban kemudian mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan uji coba alat tersebut. Namun saat pemicu ditekan, alat justru mengeluarkan asap sebelum akhirnya meledak disertai suara keras. Pecahan material senapan berhamburan ke berbagai arah.

Dampak Ledakan

Ledakan menyebabkan pecahan mengenai area sekitar, termasuk aula sekolah, dinding kelas, serta tubuh korban. MA mengalami luka serius di bagian wajah akibat terkena pecahan alat tersebut.

Suasana sekolah sempat mencekam setelah kejadian. Korban segera dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia setelah pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dikutip dari kompas.com

Penanganan Kepolisian

Usai menerima laporan, tim Satreskrim Polres Siak langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang kemudian dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari temuan awal, alat rakitan tersebut terdiri dari beberapa komponen seperti bagian plastik, potongan besi, serta bubuk hitam yang belum diketahui jenisnya. Bubuk tersebut diduga menjadi salah satu pemicu ledakan, namun kepastian masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik Polda Riau.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian, baik dari sisi pengawasan maupun prosedur keamanan selama kegiatan praktik berlangsung. Pemeriksaan saksi serta analisis barang bukti masih terus dilakukan.

Di akhir keterangannya, Ajun Komisaris Polisi Raja Kosmos Parmulais menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.