TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pembersihan bangkai kapal tahap kedua di Teluk Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 50 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Makmur saat ditemui di Ruang Terbuka Hijau atau RTH Papalimba Puday, Selasa (7/4/2026).
Lokasi pembersihan kerangka kapal karam tersebut berada di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli.
"Kegiatan ini sudah berjalan empat hari, Alhamdulillah sekitar 50 persen sudah tuntas," kata Makmur.
Pantauan TribunnewsSultra.com, proses pengangkatan bagian-bagian kapal dari teluk ke daratan masih berlangsung hingga pukul 11.00 Wita.
Di lokasi terlihat satu unit truk derek, ekskavator mini, truk fuso, serta truk pengangkut kerangka kapal yang digunakan dalam proses evakuasi.
Peralatan pendukung lainnya yang digunakan antara lain mesin senso, linggis, hingga tali tambang.
Baca juga: Menengok Masjid Tertua di Kendari Berdiri Sejak 1957, Suguhkan Panorama Teluk dan Gerbang Wisata
Dari kejauhan, tampak beberapa orang turun ke laut untuk melepaskan bagian-bagian kapal, sementara yang lain bertugas mengangkat kerangka tersebut ke atas perahu pincara.
Jumlah personel yang diturunkan kurang lebih seribu orang meliputi pegawai, lurah, camat, dan Forkopimda.
Makmur menyebutkan, sejumlah kendala dalam upaya pembersihan Teluk Kendari dari bangkai kapal di antaranya kondisi air pasang.
Kemudian posisi kapal yang tertanam, serta usia kapal yang sudah tua sehingga bobotnya lebih berat.
Total bangkai kapal yang dievakuasi mencapai 14 unit, dengan setengahnya telah berhasil dibersihkan.
Khusus di kawasan RTH Papalimba Puday, kerangka kapal yang tersisa kini tinggal dua unit.
Adapun proses pembersihan ini ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan.
RTH Papalimba dapat ditempuh naik motor atau mobil sejauh 9,9 kilometer atau sekira 21 menit berkendara dari pusat kota Tugu Religi Eks MTQ Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)