TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya memberikan respons terkait curhatan wanita di Cianjur yang mengadu jalan rusak.
Dalam curhatannya, ia mengadu jalan Cikidang, Kecamatan Leles, di Kabupaten Cianjur sudah lama tak mendapat perbaikan jalan.
Ia bahkan menyindir bahwa jalan rusak itu belum ada perbaikan dari dirinya menikah hingga sudah cerai.
“Dari nikah sampai cerai pak, ini jalan Cikidang Leles pak, masya Allah bikin geger otak bapak,” ujar wanita asal Cianjur, bernama Silvi tersebut.
Baca juga: Dedi Mulyadi Skakmat Netizen Nyinyir Sebut Masih Banyak Jalan Rusak di Jawa Barat
Melalui Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi memberikan respons santai terkait aduan jalan rusak di wilayah Cianjur tersebut.
Alih-alih marah, Dedi Mulyadi justru berterima kasih atas informasi terkait jalan rusak tersebut.
“Buat teteh yang cantik, terima kasih ya sudah menginformasikan jalan yang bergelombang,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip Selasa (7/4/2026).
Kemudian Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa informasi tersebut sudah disampaikan kepada Bupati Cianjur, dr Mohammad Wahyu Ferdian.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu mengungkap bahwa Bupati Cianjur telah memberikan jawaban.
Disebutkan bahwa Bupati Cianjur sudah mengalokasikan dana Rp2,18 miliar untuk perbaikan jalan.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berpesan agar Silvi berhati-hati di jalan.
Dedi Mulyadi berkelakar mengenai curhatan Silvi yang sampai bercerai, seperti mengikuti jejaknya yang kini menduda.
“Atuh teteh kenapa berpisah? Kok ikut-ikutan ke saya aja,” seloroh Dedi Mulyadi.
Sebelumnya video aksi wanita di Cianjur curhat jalan rusak itu viral di media sosial.
Video tersebut viral diunggah akun Instagram pribadi wanita tersebut @silvisisilya, dikutip Selasa (7/4/2026).
Video tersebut langsung menarik perhatian warganet karena curhatan dan pengakuan wanita tersebut.
Dalam video tersebut mulanya memperlihatkan seorang wanita mengenakan helm merekam dirinya sendiri.
Ia berbicara sambil dibonceng di atas kendaraan bermotor dan mengaku ingin curhat kepada Dedi Mulyadi.
“Assalamu’alaikum Bapak Aing, Pak Dedi, duh pengen curhat sama Pak Dedi, Ya Allah, Ya Robbi,” ucapnya.
Ia pun memulai curhatannya itu dengan memperkenalkan diri bahwa dirinya berasal dari Cikidang, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur.
Baca juga: Viral Anak-anak di Kalbar Minta Dedi Mulyadi Jadi Gubernurnya Perbaiki Jalan Rusak
Kemudian ia mengungkap bahwa jalan Cikidang yang berada di Kecamatan Leles itu rusak sejak lama.
Wanita bernama Silvi itu mengatakan jalan rusak di Cikidang dari tahun 2020 hingga tahun 2026 sekarang belum ada perbaikan.
Padahal, akses jalan tersebut sering sekali digunakan aktivitas warga.
Bahkan ia melontarkan sarkas (sindiran) bahwa jalan rusak itu sudah ada dari dirinya menikah hingga sudah cerai.
“Dari nikah sampai cerai pak, ini jalan Cikidang Leles pak, masya Allah bikin geger otak bapak,” ucapnya mengeluh.
Ia pun memberikan sindiran bahwa motor bagus sekalipun yang melintasi jalan rusak di Cikidang itu pun sangat terasa.
Wanita asal Cianjur itu juga mengungkap bahwa akses jalan rusak tersebut termasuk wilayah Kota.
“Jalan teh meuni awin kieu bapak, da ieu teh bukan jalan kampung Leles teh, masih jalan Kota,” ucapnya.
Wanita bernama Silvi itu juga menjelaskan jalan rusak tersebut membuat aktivitas masyarakat terhambat dan dapat memicu kecelakaan.
Beberapa waktu lalu, Bappeda Jabar telah merilis data pembangunan 9 ruas jalan tol dengan total biaya investasi mencapai Rp 134,54 Triliun.
Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar melalui skema KPBU.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga mengungkap target tahun 2027 seluruh jalan di Jawa Barat mulus dan terkoneksi sehingga akan berdampak pada ekonomi.
"Target saya di 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus dan nanti itu melahirkan sirkulasi ekonomi," ujar Dedi Mulyadi.
Dilansir dari Humas Jawa Barat, selama setahun memimpin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga memiliki proyek strategis, satu di antaranya proyek pembangunan Jalan Leucir atau jalan mulus.
Dedi Mulyadi menjalankan proyek Jalan Leucir, yaitu program percepatan perbaikan jalan provinsi, fokus ruas rusak berat, standar ketabalan dan kualitas diperketat dan perbaiakan bertahap di kabupaten/kota di Jawa Barat.
Berikut rincian proyek Jalan Leucir Dedi Mulyadi:
Fokus Terbesar: Pemeliharaan Rutin: Jalan 2.080,53 Km tertangani dengan realisasi anggaran Rp 229,98 miliar
Rekonstruksi Jalan: 229,45 Km jalan selesai dengan realisasi anggaran Rp829,67 miliar
Pemeliharaan Berkala: 179,557 Km jalan tertangani dengan realisasi anggaran Rp350,35 miliar
Penggantian Jembatan: 13 unit jembatan selesai dengan realisasi Rp69,6 persen.
Bagi Dedi Mulyadi, infrastruktur bukan hanya soal jalan mulus tapi juga soal akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Program jalan leucir tersebut dianggap menjadi dampak paling nyata, di antaranya akses layanan bisa menjadi lebih cepat, distribusi logistik lebih lancarm UMKM lebih mudah kirim barang dan akses ibu hamil dan anak ke fasilitas kesehatan lebih aman.