SDN Nglarang Sleman Bakal Direlokasi Karena Terdampak Proyek Tol, Lahan Pengganti Mulai Disiapkan
Muhammad Fatoni April 07, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rencana relokasi SD Negeri Nglarang yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo paket 2.2 dipastikan hampir final.

Hal itu seiring rencana pembongkaran gedung sekolah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kini sedang mematangkan persiapan lahan relokasi seluas 4.800 meter persegi yang berlokasi di Dusun Nglarang, tepatnya di sisi utara jalur bebas hambatan tersebut.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta, mengungkapkan bahwa lokasi baru masih berada di satu dusun yang sama dengan sekolah lama.

Akan tetapi kondisi lahan saat ini masih memerlukan penanganan khusus berupa pengurukan. 

"Total luasannya adalah 4.800an meter persegi. Wilayahnya masih dusun Nglarang. Lebih tepatnya berada di sebelah utara jalan tol. Masih satu dusun dengan sekolah lama. Kondisinya perlu uruk, dan sekarang kondisinya sedang diusahakan, nanti tentu akan dilakukan (pengurukan)," kata Agung, Selasa (7/4/2026). 

Alokasi Anggaran

Terkait biaya pembangunan fisik gedung sekolah, Agung menjelaskan bahwa alokasi dana dari Jasa Marga sebesar Rp3,1 miliar.

Anggaran tersebut merupakan hasil appraisal dari sekolah lama.

Nantinya, bangunan baru tersebut dibangun mencakup ruang kelas, ruang guru, UKS, ruang TIK hingga toilet. 

Baca juga: Terimbas Proyek Jalan Tol, Gedung SDN Nglarang Sleman Mulai Dibongkar 24 April 2026

Selain itu, kata Agung, Bupati Sleman juga memberikan sinyal adanya dukungan kebijakan tambahan anggaran jika diperlukan fasilitas pendukung lain, seperti musala.

Namun berapa alokasi anggarannya, ia belum mengetahui secara pasti karena masih menunggu kebijakan dari Bupati. 

"Saat ini (tahapannya) masih menyelesaikan siteplan dan desain bangunan. Pak Bupati setahu saya komit, bahkan pihak desa pun diharapkan bisa ikut berperan dalam kelancaran relokasi ini," ujarnya.

Dibongkar Mulai 24 April

Di sisi lain, agenda pembongkaran gedung sekolah lama dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 24 April hingga 5 Mei mendatang.

Agung mengingatkan kepada pihak pelaksana proyek agar proses pembongkaran dilakukan dengan hati-hati dan diharapkan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa.

"Kami dari Pemkab sejak awal telah mengingatkan agar hati-hati. Paling tidak nanti kalau mau membongkar harus memperhatikan jam belajar. Waktunya dikomunikasikan dengan sekolah. Jangan asal tabrak, ramai nanti. Itu sudah disepakati," kata Agung. Menurutnya, seluruh proses relokasi diharapkan rampung pada tahun ini. Adapun selama masa pembangunan gedung baru, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipastikan tetap berjalan di sekolah yang lama.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.