ASN Kota Gorontalo WFH Tiap Selasa, Dihubungi Atasan Wajib Jawab 5 Menit”
Wawan Akuba April 07, 2026 05:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo mulai menerapkan penyesuaian pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan skema Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah pada setiap hari Selasa.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI di halaman kantor wali kota, Selasa (31/3/2026).

Dalam arahannya, Adhan menjelaskan bahwa penyesuaian pola kerja ASN ini merupakan tindak lanjut dari edaran Kementerian Dalam Negeri terkait transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintah daerah.

Menurut dia, ASN di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo diperbolehkan menjalankan tugas dari rumah pada hari Selasa.

Namun, pelaksanaan WFH tersebut tidak boleh mengganggu pelayanan publik maupun menurunkan kedisiplinan pegawai.

“Silakan bekerja dari rumah, tapi jika dihubungi atasan paling lambat lima menit harus merespons,” tegas Adhan.

FOTO STOK -- Apel ASN Pemkot Gorontalo di Taruna Remaja. UNJUK RASA -- Sebanyak 7 ribu ASN Pemkot Gorontalo diinformasikan akan ikut unjuk rasa ke dua kantor BSG hari ini, Kamis (13/11/2025).
FOTO STOK -- Apel ASN Pemkot Gorontalo di Taruna Remaja. UNJUK RASA -- Sebanyak 7 ribu ASN Pemkot Gorontalo diinformasikan akan ikut unjuk rasa ke dua kantor BSG hari ini, Kamis (13/11/2025). (FOTO: Wawan Akuba, TribunGorontalo.com)

Pernyataan itu menegaskan bahwa meski ASN tidak bekerja dari kantor pada hari tertentu, tanggung jawab kedinasan tetap harus berjalan normal.

Wali Kota menekankan, seluruh aparatur harus tetap siaga selama jam kerja dan memastikan komunikasi dengan pimpinan tetap lancar agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Selain menyinggung kebijakan WFH, Adhan juga mengingatkan bahwa pemerintah saat ini menaruh perhatian serius terhadap persoalan kebersihan kota.

Hal itu disampaikan seiring dengan pencanangan Gerakan Indonesia ASRI yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat dan rencananya akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa di Kota Gorontalo.

“Kebersihan ini ada metodenya sendiri dan menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Kota Gorontalo,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan kebersihan, pemerintah disebut telah menyiapkan armada pengangkut sampah untuk menjangkau seluruh wilayah kota.

Skema sewa kendaraan operasional di tiap kecamatan juga disiapkan untuk memperkuat layanan kebersihan.

Dalam kesempatan yang sama, Adhan turut menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jajaran pengelola pendapatan daerah yang berhasil mendorong capaian pendapatan asli daerah (PAD) melampaui target pada tahun sebelumnya.

Ia juga menegaskan komitmennya terhadap integritas dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Saya tidak main-main. Untuk narkoba dan korupsi tidak ada kompromi,” tegasnya.

Selain itu, seluruh aparatur diingatkan agar menghindari praktik-praktik yang dapat merugikan daerah, termasuk potensi penyimpangan dalam pengelolaan pajak dan pendapatan.

Adhan juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam pelaksanaan program pemerintahan, sejalan dengan kebijakan efisiensi yang diterapkan secara nasional.

Dengan penerapan WFH setiap Selasa, Pemerintah Kota Gorontalo berharap pola kerja ASN tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas layanan publik, sembari mendukung agenda kebersihan dan efisiensi yang kini menjadi perhatian pemerintah.

 (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.