TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) resmi membuka kembali enam jalur pendakian Gunung Rinjani mulai Selasa, 1 April 2026.
Pembukaan ini dilakukan setelah kawasan tersebut ditutup selama tiga bulan sejak awal Januari lalu.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Budhy Kurniawan, menjelaskan, antusiasme masyarakat sangat tinggi menyambut musim pendakian tahun ini.
Berdasarkan hasil pemantauan pada sistem e-ticketing, kuota pendakian untuk minggu-minggu awal bulan April sepenuhnya terisi.
"Rinjani adalah destinasi yang sangat dinanti. Pasca penutupan tiga bulan, tanggal 1 April kita buka kembali di enam jalur pendakian," ujar Budhy dalam Podcast Tribun Lombok yang tayang, Minggu (5/4/2026).
Menanggapi isu keselamatan, ia menjelaskan bahwa pihaknya terus menyempurnakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian. Salah satu perubahan signifikan dalam revisi SOP tahun ini adalah pengetatan rasio pendampingan oleh pemandu (guide) dan porter.
"Kami terus menyempurnakan tata kelola menuju pendakian kelas dunia. Sekarang, satu guide maksimal mendampingi empat tamu, dan satu porter melayani dua orang. Ini bertujuan agar pendampingan kepada tamu menjadi lebih intensif dan aman," jelasnya.
Selain pengaturan rasio, BTNGR juga menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi para pelaku wisata, termasuk Trekking Organizer (TO), guide, hingga porter.
Momen pembukaan ini juga ditandai dengan seremoni simbolis yang disebut Rinjani Begawai pada Sabtu (28/3/2026) lalu. Budi menjelaskan terdapat dua agenda rutin tahunan di BTNGR, yakni Rinjani Meriri dan Rinjani Begawai.
"Rinjani Meriri dilakukan saat akan menutup pendakian untuk memberikan waktu bagi ekosistem memulihkan diri, sekaligus bagi kami untuk melakukan perbaikan jalur. Sedangkan Rinjani Begawai adalah seremoni pembukaan untuk memulai musim pendakian," urai Budi.
Baca juga: Ojek Rinjani Tarif Rp200 Ribu ke Pos 2 Jadi Solusi Hemat Energi Pendaki
Dengan dibukanya kembali jalur ini, para pendaki diingatkan untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku, menjaga kebersihan, dan memastikan persiapan fisik yang matang demi keselamatan bersama di gunung yang sering dijuluki sebagai salah satu yang terindah di Indonesia ini.