Harga Plastik Kemasan Naik 70 Persen, Pedagang Minuman Banyuwangi Mulai Bimbang
Haorrahman April 07, 2026 05:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pedagang minuman es dalam kemasan di Kabupaten Banyuwangi menghadapi tekanan biaya produksi setelah harga kemasan plastik naik tajam, bahkan mencapai hingga 70 persen. Kondisi ini membuat para pedagang harus memilih antara menaikkan harga jual atau bertahan dengan margin keuntungan yang semakin menipis.

Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya adalah Mariani (40), penjual es kelapa muda di Jalan Kepiting, Kecamatan Banyuwangi. Ia mengaku harga gelas plastik yang biasa ia gunakan untuk kemasan mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir.

“Naiknya bertahap. Awalnya ke Rp 13.500, lalu naik lagi Rp 15 ribu, sekarang sudah Rp 21 ribu per slop,” kata Mariani.

Baca juga: Harga Kemasan Plastik di Banyuwangi Naik hingga 70 Persen, Pedagang Batasi Stok

Sebelumnya, ia membeli gelas plastik dengan harga sekitar Rp11 ribu per slop. Lonjakan harga ini membuat biaya operasionalnya meningkat cukup signifikan.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada gelas plastik. Kantong plastik kresek yang digunakan untuk membungkus pesanan pelanggan juga ikut naik. Menurut Mariani, harga kresek yang semula Rp 6.300 per pack kini menjadi sekitar Rp 9.700.

Bagi pedagang minuman seperti dirinya, kemasan plastik merupakan kebutuhan utama. Sebab, sebagian besar pelanggan memilih membawa pulang minuman yang dibeli.

“Hanya sedikit yang minum di tempat. Kalau minum di sini saya sediakan gelas kaca,” ujarnya.

Baca juga: Kenaikan Harga Plastik, Jadi Momentum Beralih ke Produk Daur Ulang

Meski biaya kemasan meningkat, Mariani masih mempertahankan harga jual es kelapa muda Rp 5.000 per gelas. Ia khawatir kenaikan harga akan membuat pelanggan beralih ke pedagang lain.

“Kalau mau naikin harga, khawatir pelanggannya pergi,” katanya.

Namun ia mengakui, jika harga kemasan terus meningkat, kemungkinan penyesuaian harga tidak bisa dihindari.

“Tapi mudah-mudahan jangan naik terus. Kami berharap harganya bisa turun seperti kemarin,” tambahnya.

Berbeda dengan Mariani, pedagang minuman lainnya memilih langsung menyesuaikan harga jual. Lucky, pemilik kedai es teh hijau dalam kemasan di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, mengatakan kenaikan harga kemasan membuatnya harus menaikkan harga minuman.

“Naik dari Rp 3 ribu, sekarang jadi Rp 3.500 per gelas,” ujar Lucky.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.