Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Sejumlah pedagang kaki lima ikut terdampak terkait kenaikan harga plastik di pasaran. Salah satunya pedagang makanan yang kerap mangkal di SDN Pengadilan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (7/4/2026).
Rata-rata pedagang yang kerap mangkal di depan SDN Pengadilan ini menjual berbagai makanan ringan seperti makaroni basah, usus kriuk, es ceket sampai cimol yang semuanya menggunakan plastik sebagai pembungkus.
Dengan kenaikan harga plastik tentu sangat terdampak, karena harga yang dijual tidak seimbang dengan pembelian bahan baku seperti plastik sebagai pembungkus makanan.
"Jadi berat biaya operasional, karena harga gelas plastik yang isi 50 pcs itu harganya Rp8 ribu, sekarang sudah Rp12 ribu. Kita pedagang kecil semakin menjerit liat harganya," ungkap Arif pedagang minuman bersoda di depan SDN Pengadilan, Kota Tasikmalaya,
Menurutnya, semua dagangannya membutuhkan plastik yang menjadi kebutuhan utama.
Baca juga: Harga Plastik di Pasar Cikurubuk Naik 50 Persen, Pedagang Minta Pemerintah Pantau Harga Biji Plastik
"Sekarang bingung buat jual ke anak SD, kalau mahal kasian juga. Tapi di sisi lain biaya operasional saya berat," keluhnya.
Senada dikatakan, pedagang Cimol Rahmat (38) mengungkapkan, kebingungan adanya kenaikan harga plastik yang setiap harinya terus berubah dan belum ada penurunan.
Rahmat berharap pemerintah bisa turun langsung atau memikirkan cara agar kenaikan harga plastik tidak terus berlanjut.
"Harga plastik terus naik, sedangkan jualan mau naikin juga serba salah, mau rubah porsi aja bingung, karena kita jualannya ke anak-anak SD," kata Rahmat.(*)