Hasil Optopsi Kematian 4 Kuli Proyek di Jakarta Selatan Telah Keluar
Desy Selviany April 07, 2026 07:29 PM

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

TRIBUNDEPOK - Hasil otopsi empat kuli proyek yang tewas di pembangunan gedung di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan telah selesai. 

Polisi pun mengungkapkan hasil otopsi kematian empat kuli proyek yang meninggal di penampungan air gedung yang sedang dibangun.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi mengatakan, hasil autopsi di RS Polri menunjukkan para korban mengalami sesak napas.

“Penyebabnya karena sesak napas,” ujar Nurma, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, tidak ditemukan luka pada tubuh korban meski sempat terjatuh ke dalam tangki air sedalam tiga meter.

"Tidak ada luka," kata eks Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan tersebut.

Adapun peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Nurma menjelaskan, peristiwa bermula saat mandor memerintahkan pekerja menguras penampungan air (glonteng) di basement proyek. 

"Menurut keterangan saksi-saksi selaku pekerja di proyek, mandor memerintah pekerja bangunan untuk menguras tempat glonteng yang berada di basement," terang Nurma, Jumat (3/4/2026).

Saat bekerja, para korban diduga terjatuh dan terperosok ke dalam penampungan tersebut.

“Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas di sekitar glonteng," kata Nurma.

Para korban sempat dibawa ke RS Pasar Rebo, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. 

Selain 4 kuli proyek tewas, saat ini 3 kuli proyek lainnya dirawat di rumah sakit. 

Hal itu terungkap usai Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait empat pekerja yang meninggal dunia di proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi 4 Kuli Proyek di Jagakarsa Tewas, 3 Lainnya Dirawat

Adapun peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4/2026) lalu sekira pukul 10.00 WIB. 

Keempat meninggal setelah terjatuh ke dalam penampungan air bersih (ground tank) di area basement proyek saat proses pengurasan berlangsung. 

Empat korban meninggal masing-masing berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19).  

Sementara itu, tiga pekerja lainnya, yakni U (41), AJ (37), dan S (63), mengalami sesak napas dan saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. 

“Selain memantau perkembangan kesehatan para korban yang tengah dirawat, kami juga melakukan penyelidikan intensif terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Minggu (5/4/2026). 

Kepolisian juga memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki penyebab insiden.  

Termasuk dugaan kelalaian serta kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di lokasi proyek. 

Dari kronologi kejadian yang diterima Polisi, insiden terjadi ketika para pekerja sedang membersihkan penampungan air yang berada di lokasi proyek.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat beberapa pekerja menguras penampungan air yang tertutup.  

Saat penutup dibuka, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang.  

Rekan kerja yang mencoba menolong tanpa alat keselamatan kemudian ikut terjatuh.  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.