Usaha Ayam Petelur BUMDes Cijulang Ciamis Tumbuh Pesat, Produksi Telur Harian Tembus Ratusan Butir
ferri amiril April 07, 2026 06:04 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra Sejahtera yang berlokasi di Dusun Cikole Wetan RT 003/005, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai program ketahanan pangan desa.

Usaha tersebut dipilih melalui Musyawarah Desa (Musdes) setelah mempertimbangkan sejumlah opsi, mulai dari peternakan, perikanan, hingga pertanian organik.

Kepala Desa Cijulang, Endang Hidayat, mengatakan hasil Musdes akhirnya menetapkan usaha ayam petelur sebagai prioritas yang dikelola BUMDes.

“Dari hasil Musdes, penyertaan modal dari desa kepada BUMDes dialokasikan untuk usaha ayam petelur,” ujarnya saat ditemui di area kandang ayam petelur, Selasa (7/4/2026).

Saat ini, jumlah ayam petelur yang dikelola BUMDes mencapai 800 ekor, sebelumnya dimulai dengan 500 ekor dan mendapat penambahan 300 ekor pada April 2026.

Baca juga: Halal Bihalal PGRI Ciamis, Bupati Herdiat Soroti Peran Guru di Era Digital dan Pentingnya Soliditas

Dari 500 ekor ayam, produksi telur mencapai sekitar 400 hingga 460 butir per hari atau sekitar 80 persen dari total populasi.

Menurut Endang, dari 500 ekor ayam yang lebih dulu dipelihara, produksi telur bisa mencapai sekitar 25 kilogram per hari.

Hasil produksi telur saat ini sebagian besar masih dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. 

Namun, setiap pekan juga ada permintaan dari SPPG Sukamulya untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis.

Selain usaha ayam petelur, Desa Cijulang juga memiliki program pertanian organik yang dikelola kelompok tani, meski terpisah dari BUMDes.

Sementara itu, pengelola BUMDes Citra Sejahtera, Entep Abdurrohman, mengatakan total kapasitas kandang saat ini bisa menampung hingga 1.000 ekor ayam.

“Sekarang ada 800 ekor, sebelumnya 500 ekor lalu ditambah 300 ekor,” ujarnya.

Dalam sehari, ayam diberi pakan dua kali, yakni pukul 06.00 WIB pagi dan siang sekitar pukul 13.00 WIB dengan total kebutuhan pakan sekitar 60 kilogram per hari.


Untuk pemasaran saat ini, telur dijual ke warga, warung, hingga lembaga seperti SPPG dengan harga bervariasi.

“Kami jual ke warga sekitar Rp29.500 ke warung Rp28.500, dan ke SPPG Rp29 ribu,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui kendala utama dalam usaha ini adalah faktor penyakit yang dapat memengaruhi produktivitas ayam petelur.

"Penyakitnya itu biasanya kalau ada kutil, nah si ayam itu jadi nggak produktif bertelur," tambahnya.

Di sisi lain, Direktur BUMDes Citra Sejahtera, H. Suhendar, menyebut usaha ini didukung penyertaan modal dari pemerintah desa sebesar Rp196 juta.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan kandang serta pengadaan 500 ekor ayam petelur pada tahap awal.

“Alhamdulillah, bantuan ini kami manfaatkan untuk menopang ekonomi desa melalui usaha ayam petelur,” ujarnya.

Ke depan, pihak desa berharap adanya tambahan dukungan dari pemerintah agar kapasitas kandang dan jumlah ayam dapat terus ditingkatkan, seiring potensi keuntungan yang dinilai cukup menjanjikan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.