Pertamina Yakinkan Pengelola SPBE Bekasi Tanggung Jawab Penuh Atas Dampak Kebakaran
Dwi Rizki April 07, 2026 07:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pertamina memastikan pihak manajemen PT Indogas Andalan Kita selaku pengelola Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, akan bertanggung jawab penuh atas dampak kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4/2026).

Hal tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria.

"Pertamina memastikan bahwa SPBE akan bertanggung jawab atas dampak dari insiden tersebut," kata Susanto kepada Tribun Bekasi saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Susanto menjelaskan, pihak SPBE telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kerugian warga terdampak, dengan melibatkan pemerintah setempat dalam prosesnya.

"⁠Pihak SPBE telah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan rumah terdampak, seperti ganti rugi, dimana dalam prosesnya nanti akan melibatkan pemerintah setempat, prinsipnya rumah dapat digunakan seperti sediakala," jelasnya.

Selain itu, Susanto menuturkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Pertamina melalui program Pertamina Peduli terus menyalurkan bantuan logistik.

"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Pertamina Peduli sudah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan berupa makanan siap saji setiap harinya hingga hari ini kepada warga terdampak yang disampaikan melalui posko gabungan," tuturnya. 

DPRD Bekasi Akan Panggil Pertamina

Perkara kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) masih berlanjut.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, mengatakan, pihaknya selanjutnya akan memanggil jajaran Pertamina untuk dimintai keterangan.

Terkait jadwal pemanggilan, DPRD masih akan menyesuaikan dengan agenda pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami ada rapat dulu terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), setelahnya rapat itu, baru kami rapatin (Pemanggilan Pertamina) hari Senin lah paling kami coba tanya ke dinasnya bisa atau tidaknya,” kata Anton saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Tidak hanya itu, Anton juga menjelaskan pihaknya berencana memastikan kepada Pertamina mengenai tanggung jawab terhadap korban.

“Kami minta Pertamina untuk selalu mengupdate kepada kami Apa aja yang diberikan, masalahnya kan hari sampai detik ini kan yang punya (Pemilik SPBE) ini belum muncul,” jelasnya. 

Dugaan Kelalaian di Balik Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi

Anton, mengatakan, fakta itu terkait adanya dugaan indikasi kelalaian dalam insiden yang menyebabkan korban jiwa tersebut.

Hal itu diketahui Anton usai pihaknya memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Sebagai informasi, dalam rapat tersebut, DPRD memanggil sejumlah dinas teknis seperti Dinas Tata Ruang (Distaru), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

Dalam rapat itu, DPRD menanyakan perihal teknis keselamatan di perusahaan SPBE itu, hasilnya, diketahui telah memenuhi standarisasi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) yang menyebut fasilitas pendukung seperti hidran telah sesuai prosedur.

Namun menurut Anton, persoalan dalam peristiwa tersebut bukan semata soal standar operasional, melainkan dugaan kelalaian yang berujung fatal.

“Nah ini kan bukan masalah ininya, artinya kan masalah kelalaian kan lebih gitu,” kata Anton saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Anton menjelaskan, DPRD yang menerima informasi adanya korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPBE di Kota Bekasi.

Baca juga: Update Kebakaran SPBE Bekasi, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang

Sehingga diharapkan peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, DPRD juga tengah meminta data jumlah SPBE yang beroperasi di Kota Bekasi, khususnya yang berada di kawasan permukiman warga.

Hanya saja hingga kini data tersebut masih dalam proses pengumpulan oleh dinas terkait.

“Nah kemarin kami minta datanya ke dinas untuk mengecek kembali berapa SPBEnya yang ada di Kota Bekasi Yang terutama yang di pemukiman,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Bakal Sidak Seluruh SPBE

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyoroti adanya dugaan kelalaian dalam kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026).

Pasalnya, kebakaran dipicu adanya dugaan kebocoran instalasi SPBE tersebut.

Terkait hal tersebut, dirinya mengatakan, pentingnya penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat guna mencegah kejadian serupa terulang.

"Saya kira pertama tentunya, K3 dimana tentunya tadi peralatan pemadam kebakaran itu harus siap sedia," kata Bobihoe di Halaman Kantor Pemkot Bekasi, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Senin (6/4/2026). 

Bobihoe menjelaskan, kesiapan alat pemadam tidak boleh hanya saat kondisi darurat terjadi, melainkan harus sudah optimal sejak awal.

"Jangan kemudian saat datang kebakaran, tapi pada awalnya itu harus ada pemadaman oleh pihak perusahaan," jelasnya.

Kemudian Bobihoe menyinggung dugaan kebocoran yang terjadi sebelum kebakaran sebagai faktor krusial yang harus menjadi perhatian.

Sehingga Pemkot Bekasi akan mendorong adanya pemeriksaan berkala terhadap seluruh peralatan di SPBE.

"Kemudian kan terjadi kemarin itu kebocoran, kebocoran kan luar biasa ini harus kita antisipasi ke depan," ujarnya.

Bobihoe menyampaikan, Pemkot Bekasi juga akan melakukan pembahasan lanjutan dengan pihak pemilik SPBE untuk menentukan langkah ke depan.

"Kami akan bicarakan dengan pemilik dan nanti kami coba agar bisa melihat maksudnya apa yang harus dilakukan ke depan," ucapnya

Tak hanya di Cimuning, Bobihoe memastikan evaluasi akan dilakukan terhadap seluruh SPBE yang ada di Kota Bekasi.

"Tentunya bukan hanya SPBE yang ada di Cimuning saja, hari ini kita akan melihat, mereview SPBE yang ada di kota Bukasi," ungkapnya.

Penampakan Rumah dan Kios Warga Terdampak Kebakaran SPBE Bekasi

Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi berdampak terhadap 22 bangunan.

Bangunan warga tersebut berupa rumah maupun kios milik warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi mengungkapkan, kebakaran hebat yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam itu berdampak terhadap 47 Kepala Keluarga (KK).

Warga kehilangan rumah tinggal, sebagian lainnya kehilangan usaha dan mata pencaharian.

"Setelah dilakukan pendataan, itu yang terdampak sebanyak 47 KK, namun sementara ya, kami masih terus melakukan pendataan," kata Maka pada Minggu (5/4/2026).

Maka menjelaskan, untuk bangunan yang terdampak itu terdiri dari beragam jenis.

"Bangunannya yang sudah terdata baik yang kontrakan, tempat usaha, rumah, itu semuanya 22," jelasnya.

Baca juga: Kerja Bakti Skala Besar Perdana se-DKI Jakarta, Pemkot Jaksel Keruk Kali Pesanggrahan

KEBAKARAN SPBE BEKASI - Kondisi bangunan warga yang terdampak 2
KEBAKARAN SPBE BEKASI - Kondisi bangunan warga yang terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Minggu (5/4/2026). Kebakaran SPBE tersebut berdampak terhadap 22 bangunan milik warga.

Sementara untuk korban kebakaran, Maka menuturkan berdasarkan data yang ia terima hingga Sabtu (4/4/2026), tercatat ada 22 orang.

22 orang itu, ia memastikan tidak ada korban yang meninggal dunia.

"Semua yang tercatat, ada 22 itu datanya yang alami luka bakar, untuk korban meninggal dunia tidak ada," tuturnya.

Maka menyampaikan, berdasarkan 22 orang itu, tercatat ada korban yang menjalani rawat jalan.

Bahkan ada korban yang dikabarkan sudah pulang atau kembali ke kediaman.

"Sudah ada yang pulang. Tapi dari catatan yang ada totalnya 22, termasuk yang rawat jalan, tapi kami belum cek lagi apakah mereka masih dirawat (atau tidak)," ucapnya.

Maka mengungkapkan, masih terdapat juga korban yang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS).

"Kemarin saya cek di RSUD Kota Bekasi, ada tiga orang yang masih dirawat, kalau untuk RS yang lain mungkin di Primaya, masih ada yang dirawat, tapi kayaknya yang lain sudah berobat jalan," tuturnya. 

Warga Tuntut Pertanggungjawaban

Kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam, menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.

Satu warga RT 02 RW 05 yang terdampak, Martin, mengaku kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencahariannya akibat insiden tersebut.

“Ini hancur (Rumah dan bangunan) semua,” kata Martin saat ditemui di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Martin menjelaskan, total ada lima bangunan miliknya yang ludes terbakar. 

Rinciannya terdiri dari dua rumah dan tiga kios yang selama ini menjadi sumber penghasilan.

Tiga kios tersebut sebelumnya dikontrakkan untuk beragam usaha kecil milik warga.

“Satu kios sol sepatu, satunya sayuran, yang satu nasi uduk,” jelas dia.

Akibat kebakaran itu, Martin menuturkan seluruh bangunan di atas lahan miliknya seluas 15 x 12 meter habis tak tersisa.

Baca juga: 5 Fakta Ledakan Gudang SPBE Cimuning Bekasi, Korban Jadi 17 Orang

Tak hanya bangunan, beragam barang berharga juga ikut hangus dilalap api.

Barang berharga itu diantaranya mulai dari kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga dokumen penting.

“Motor ada, sepeda, mesin cuci, kulkas, sound system. Surat-surat berharga juga, SHM, surat motor,” tuturnya.

Martin menyampaikan, pasca kejadian hingga kini belum ada komunikasi dari pihak pengelola SPBE terkait upaya pertanggung jawaban.

Pasca kejadian, Martin bersama keluarga saat ini terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah tetangga karena tempat tinggalnya sudah tidak bisa dihuni.

Kemudian, usaha nasi uduk yang selama ini menjadi sumber penghasilannya juga tidak bisa lagi dijalankan.

Ia berharap ada bantuan atau kompensasi atas kerugian yang dialaminya, terutama untuk membangun kembali rumah dan kios miliknya.

“Pengen bantuan, dibetulin lagi semula. Semuanya, soalnya emang duit tidak ada lagi, saya aja inu dagang nasi uduk di sebelah SPBE, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi jualan. Bingung, penghasilan juga kan habis,” ungkapnya. 

DPRD Kota Bekasi Desak Pengelola SPBE Ganti Rugi

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, mendesak pihak pengelola Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) segera memberikan ganti rugi kepada warga terdampak kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Sarwin usai meninjau langsung lokasi kejadian yang berada di lokasi kebakaran, SPBE Cimuning, Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Kamis (2/4/2026).

"Kami ingin memastikan legislatif dan eksekutif akan bekerja sama untuk membantu korban ledakan terutama rumah mereka dan tempat usaha mereka, lalu kami juga harus bekerja sama dan meminta pertanggungjawaban pihak SPBE seperti apa kontribusinya," kata Sarwin di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Sarwin menjelaskan, ketika dirinya mendatangi lokasi, ia juga mendapatkan keluhan dari warga terkait belum adanya kompensasi dari pihak SPBE.

Meskipun fasilitas tersebut telah lama beroperasi di wilayah tersebut.

“Tadi juga ada warga yang menyampaikan bahwa SPBE ini tidak ada atau belum memberikan kompensasi selama mereka beroperasi,” jelasnya.

Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Jakarta Melonjak hingga 50 Persen

Selanjutnya, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Sarwin menyampaikan, pihaknya akan mengawal pemenuhan hak-hak warga terdampak, baik dalam bentuk bantuan materi maupun layanan kesehatan.

“Kalau kami sebagai legislatif kebetulan ini dapil kami dan kami memastikan bahwa warga kami itu mendapatkan atau terakomodir baik bantuan baik materi maupun kesehatan,” ucapnya.

Sementara untuk jangka panjang, Sarwin mengungkapkan DPRD Kota Bekasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan SPBE di wilayah tersebut.

Termasuk kemungkinan penataan ulang lokasi agar tidak berada di dekat permukiman padat.

“Kami ke depan harus melakukan evaluasi dan sidak harusnya kepada SPBE yang ada di Kota Bekasi seperti apa dan minimal jangan dekat dengan lingkungan padat penduduk untuk tidak terjadi atau meminimalisir hal-hal tidak diinginkan seperti saat ini,” tutupnya.

Korban bertambah

Di sisi lain, Jumlah korban akibat kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi terus bertambah.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya hingga Kamis (2/4/2026) sekira pukul 15.00 WIB, jumlah korban mencapai 17 orang.

"Sampai dengan saat ini ada 17 orang yang dilakukan perawatan, sebagian juga memang lukanya, luka bakar di atas 50 persen," kata Kusumo di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Kusumo menjelaskan, dua dari sekian korban itu merupakan ibu dan balitanya.

Namun keseluruhan korban itu sudah dibawa ke sejumlah Rumah Sakit (RS).

"Korban itu ada ibu dan balita. Balitanya tadi Alhamdulillah tidak terkena luka bakar dan sebagainya, mudah-mudahan semua bisa segera pulih. Mohon doanya," jelasnya.

Kusumo menuturkan, para korban diketahui mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut.

"Rata-rata mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen untuk para korban," tuturnya.

Kusumo menyampaikan, selanjutnya para korban diarahkan pihaknya untuk sementara mengungsi di posko.

"Yang jelas ini kan ada posko, nanti dicatat oleh pihak relevan semua kerugian seperti apa, yang utama adalah keselamatan warga sekitar. Karena kami lihat banyak warga yg terdampak di sekitar," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.