TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelalawan telah memanggil kontraktor pelaksana perbaikan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 74 sampai 84 membahas teknis pekerjaan yang berdampak pada arus lalu lintas, Senin (7/5/2026).
Pertemuan digelar di ruang kerja Wakil Kapolres Kompol Rahmat yang dihadiri Kasat Lantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi serta jajaran Satlantas Polres Pelalawan serta manajemen dari kontraktor PT Global Jaya Maritimindo (GJM).
Perusahaan ini pelaksana perbaikan Jalintim yang telah dikerjakan sejak awal Maret lalu.
Pengerjaan kembali dilanjutkan PT GJM setelah sempat dihentikan sementara untuk memperlancar arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah.
Namun kemacetan panjang kembali terjadi pasa Sabtu (4/4/2026) setelah sistem buka tutup arus lalu lintas diberlakukan lagi. Akibat banyaknya kendaraan yang menerobos antrian dan mencuri jalur lalin.
"Kita koordinasi terkait teknis pekerjaan dengan PT GJM untuk menghindari kemacetan seperti kemarin. Arus lalu lintas harus tetap lancar, meskipun nanti diberlakukan buka tutup kendaraan," kata Kasat Lantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (7/4/2026).
Saat ini proses pengerjaan masih fokus di Jalintim Kilometer 75 Pangkalan Kerinci. Kontraktor perbaikan Jalintim yang dipromosikan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Riau.
Penimbunan yang sempat dihentikan sebelum lebaran kembali dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
Adapun kesepakatan Satlantas Polres Pelalawan dengan PT GJM yakni petugas dari Polantas siaga setiap hari dibantu petugas lalin dari kontraktor untuk mengatur serta memantau rekayasa lalu lintas.
Agar tidak terjadi kemacetan selama perbaikan jalan.
"Kontraktor kita minta supaya tidak menumpuk DumTruck di sepanjang jalan, karena berpengaruh terhadap arus lalin," tambah Tati Rizkyan.
Selain itu, PT GJM membuat rambu berisi imbauan di sepanjang jalan, agar masyarakat mengetahui bahwa sedang ada perbaikan jalan untuk mengantisipasi pengendara yang menerobos jalur antrian.
Kontraktor juga diminta mempercepat proses perbaikan jalan mengingat curah hujan sangat tinggi pada bulan Oktober hingga Desember mendatang.
"Perlu juga dilakukan penambahan penerangan di sepanjang jalan yang diperbaiki. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.
Humas PT Global Jaya Maritimindo, Sudarsono membenarkan pertemuan dengan Satlantas Polres Pelalawan terkait evaluasi dan koordinasi pengaturan arus lalin sebagai dampak perbaikan Jalintim.
Pihaknya telah menerima masukan dan pendampingan dari Mapolres Pelalawan untuk memperlancar arus lalin dan pengerjaan tetap berjalan sesuai rencana.
"Saat ini kami masih konsen melanjutkan penimbunan di STA Kilometer 74 sampai 75 ini, peningkatan base B. Jadi buka tutup arus lalin belum diberlakukan secR total," ungkap Sudarsono
Pihak kontraktor didampingi Satlantas Polres Pelalawan melakukan pengalihan arus lalin. Kendaraan dari arah Pangkalan Kuras ke Pangkalan Kerinci dialihkan dari Jalan Lingkar Timur Pangkalan Kerinci.
Sedangkan kendaraan dari Pangkalan Kerinci ke Pangkalan Kuras dialihkan dari Jalan Pemda atau Simpang Samak.
"Bagi kendaraan emergensi seperti ambulance hingga mobil Damkar lewat bisa lewat dari areal kerja dan kita kawal langsung," pungkasnya.
Proyek perbaikan Jalintim itu dilakukan oleh BPJN Riau dibawah Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PU RI. Dengan nama pekerjaan rekonstruksi Jalan Simpang Lago - Sorek I dengan total panjang 9,55 Kilometer. Adapun rincian pekerjaannya yakni rekonstruksi jalan sepanjang 8,55 Kilometer dan rehabilitasi jalan sepanjang 1 Kilometer.
Kontraktor pelaksana proyek ini dari PT Global Jaya Maritimindo dengan nomor kontrak HK 0201/BPJN2.18/03/2025 per tanggal 29 Desember 2025. Konsultan supervisi PT Diantama Rekanusa KSO, PT Indec Internusa, PT Cipta Strada.
Total nilai kontrak proyek pekerjaan Jalintim ini mencapai Rp 177.434.427.000 atau Rp 177,4 Miliar dengan masa pelaksanaan 600 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)