TRIBUNPEKANBARU.COM - Azka Rifinadda Aurelli dan M. Adli Arfa, dua siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Pekanbaru, kini tengah membangun mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Keduanya telah dinyatakan lolos pada sejumlah kampus yang mereka tuju. Saat sebagian siswa lain masih berkompetisi di dalam negeri, Azka dan Adli justru bersiap menembus kancah internasional.
Ditemui di sekolahnya, Selasa (7/4/2026), Azka dan Adli berbagi cerita tentang alasan mereka memilih kuliah di luar negeri. Dalam perbincangan yang hangat, keduanya tampak antusias mengungkapkan harapan serta rencana masa depan mereka.
Azka telah diterima di beberapa kampus, di antaranya RMIT University Australia (Bachelor of Business), Monash University (Business), serta University of Canterbury (International Business).
Sementara itu, Adli juga berhasil lolos di sejumlah kampus, seperti UCSI University (Financial Technology Hons), The Hong Kong University of Science and Technology (Business and Management), Kyoto University of Advanced Science (Department of Business Administration), serta University of Sussex (Business, Management and Economics Hons).
Saat ini, keduanya tinggal menunggu proses lanjutan dengan melengkapi berbagai persyaratan tambahan sebelum resmi memulai perkuliahan di kampus pilihan mereka.
Kepada Tribunpekanbaru.com, Azka mengungkapkan bahwa impian untuk kuliah di luar negeri telah ia tanamkan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia bertekad mewujudkan impian tersebut melalui usaha mandiri dan kerja keras.
Azka menambahkan, keputusannya untuk melanjutkan studi ke luar negeri tidak lepas dari dukungan penuh kedua orangtuanya.
"Orangtua selalu memberi dukungan sejak awal, agar Azka terus berkembang dan bisa menjadi yang terbaik, termasuk untuk kuliah di luar negeri," ungkapnya.
Baca juga: Perjuangan Arief Hidayat Annas Siswa MAN 2 Pekanbaru hingga Akhirnya Lolos di 13 Kampus Luar Negeri
Baca juga: Dampak Blokade Selat Hormuz Picu Cost-Push Inflation: Plastik Mahal Hingga Potensi Ekonomi Sirkular
Menurut Azka, kuliah di luar negeri menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman. Ia ingin merasakan perbedaan budaya serta bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.
"Bertemu dengan orang dari luar negeri tentu berbeda dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Itu menjadi salah satu impian Azka," jelasnya.
Ia mengakui, perjalanan menuju kuliah di luar negeri tidaklah mudah. Azka harus mencari informasi kampus yang sesuai dengan minat dan cita-citanya.
Di sisi lain, ia juga memiliki keinginan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia di masa depan, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk tinggal dan bekerja di luar negeri.
Bagi Azka, orangtua merupakan sumber motivasi yang tak ternilai. Mereka berperan besar dalam membuka jalan dan memberikan pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikannya.
Karena rencana kuliah ke luar negeri sudah disusun sejak lama, orangtuanya pun tidak terkejut dengan pencapaiannya saat ini.
"Orangtua tidak kaget, karena ini memang hasil dari rencana yang sudah disusun sejak dulu. Dukungan mereka terus mengalir agar Azka bisa melangkah lebih jauh," ujarnya.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Azka merasa dukungan dan kepercayaan orangtua menjadi kunci keberhasilannya. Ia berusaha membalas kepercayaan tersebut dengan kerja keras.
"Pencapaian ini adalah hasil doa dan dukungan orangtua," tambahnya.
Azka berharap, kampus mana pun yang nantinya ia pilih, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan karier dan menambah pengalaman.
"Azka ingin kembali ke Indonesia dengan membawa pengalaman dan memberikan manfaat bagi bangsa," pungkasnya.
Berbeda dengan Azka yang berfokus pada pengalaman, Adli memiliki tujuan utama untuk mengembangkan karier melalui pendidikan di luar negeri.
Adli merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayahnya seorang pengusaha, sementara ibunya mengurus rumah tangga.
Ia menilai kuliah di luar negeri sebagai peluang besar untuk menunjang karier di masa depan.
"Apa yang Adli capai sampai saat ini tentu tidak lepas dari dukungan orangtua. Mereka sangat memperhatikan perkembangan karier Adli," ujarnya.
Adli juga menyebutkan bahwa dukungan tersebut selaras dengan keinginannya untuk berkembang dan meraih kesuksesan di bidang yang ia minati.
Bagi Adli, kuliah di luar negeri adalah pilihan yang ditempuh dengan penuh kesabaran dan perencanaan matang. Ia berusaha mencari kampus yang benar-benar sesuai dengan cita-citanya.
Terinspirasi dari sosok ayahnya yang seorang pengusaha, Adli bercita-cita menjadi pebisnis profesional.
"Dalam jangka pendek, Adli akan terus meningkatkan kapasitas, baik melalui perlombaan maupun pengembangan diri di sekolah," jelasnya.
Ia optimistis, pengalaman belajar di luar negeri akan membuka peluang lebih luas untuk meraih cita-citanya sebagai pengusaha. Meski demikian, ia tetap ingin memberikan kontribusi bagi Indonesia.
"Adli ingin menjadi pengusaha profesional. Namun, apa yang Adli dapatkan nantinya juga akan digunakan untuk membangun negara melalui kontribusi positif," tuturnya.
Terkait pencapaian mereka, Azka dan Adli sepakat bahwa peran sekolah juga sangat besar dalam mendukung langkah mereka.
"Sekolah benar-benar memberikan dukungan, terutama dalam proses mencari kampus di luar negeri. Hal itu membuat kami semakin termotivasi," kata Adli.
Sebagai penutup, Azka memberikan pesan kepada teman-temannya agar tetap semangat dalam meraih cita-cita.
"Terus semangat. Kalau sudah yakin, lanjutkan. Dekatlah dengan orang-orang yang sejalan dengan cita-cita kita," pungkas Azka.