Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran mengeluarkan pernyataan kerasnya.
Menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) telah dipermalukan di zona Asia Barat dan diklaimnya telah mengalami kegagalan beruntun atas Iran.
Mengutip Tasnim pada (7/4), hal ini diutarakan oleh Ebrahim Zolfaqari dalam pesannya antara Senin (6/4) malam dan Selasa (7/4/2026) dini hari.
Dijelaskan olehnya bahwa IRGC telah melancarkan fase kedua gelombang ke-98 Operasi Janji Sejati 4.
Rinciannya, pada fase kedua gelombang ke-98, IRGC menyerang pangkalan al-Udairi di Kuwait dengan rudal dan drone.
Sekaligus, menghancurkan fasilitas helikopter dan akomodasi pasukan AS di kawasan itu.
Setelahnya, Pangkalan Victoria di Baghdad juga diserang oleh Perlawanan Irak.
Namun, lima lokasi kelompok bersenjata di Irak utara dihantam drone setelah terdeteksi intelijen.
Lantas, Iran turut menargetkan pangkalan al-Kharj dan kamp al-Udairi dengan drone Arash-2, menyoroti peran strategis keduanya dalam operasi AS.
Selain itu, beberapa drone musuh termasuk Orbiter, Hermes-900, dan MQ-9, berhasil ditembak jatuh di berbagai wilayah Iran.
Sehingga, Zolfaqari menegaskan bahwa ancaman dan retorika Presiden AS Donald Trump tidak berpengaruh pada operasi militer.
Serta menekankan bahwa Amerika tidak dapat menutupi kegagalan dan kerugian beruntunnya di kawasan.