Puslabfor Gelar Olah TKP Kasus 4 Pekerja Proyek Tewas di Jagakarsa, Ambil Sampel Gas dan Air
Satrio Sarwo Trengginas April 07, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus empat pekerja bangunan tewas di proyek gedung di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Olah TKP itu melibatkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) DKI Jakarta dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Indra Darmawan mengatakan, olah TKP digelar pada Senin (6/4/2026).

"Pada hari Senin kemarin, dari pihak Kemenaker maupun Disnaker Provinsi Jakarta DKI Jakarta maupun dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, serta Laboratorium Forensik Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan dan olah TKP terkait kondisi di TKP," kata Indra, Selasa (7/4/2026).

Dalam olah TKP tersebut, Puslabfor Bareskrim Polri mengambil sampel gas dan kandungan air yang ada di dalam glonteng atau tempat penampungan air.

"Di mana dari pihak Labfor maupun dari pihak kementerian melakukan uji sampel pengambilan gas maupun kandungan air yang ada di dalam tempat atau bak penampungan yang menyebabkan meninggalnya empat orang tersebut," ujar Indra.

Ia menjelaskan, sampel gas dan kandungan air itu akan diuji untuk mengetahui zat yang menyebabkan keempat korban meninggal dunia.

"Yang mana tujuan dari pengambilan sampel-sampel tersebut untuk menentukan gas maupun asal dari gas yang menyebabkan meninggal. Untuk hasilnya akan diinformasikan apabila sudah ada hasilnya," ungkap Kanit Krimsus.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, keempat korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen hingga mengalami sesak napas.

Penyebab kematian itu diperoleh berdasarkan hasil otopsi jenazah keempat korban yang dilakukan RS Polri.

"Penyebabnya karena sesak napas," kata Nurma kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Nurma menyebut tidak ada luka di tubuh para korban meski mereka sempat terjatuh ke tangki air sedalam tiga meter.

"Tidak ada luka," ujar dia.

Adapun peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Identitas keempat korban meninggal dunia yaitu Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhammad Fauzi (19).

Sedangkan tiga korban yang mengalami sesak napas yakni Ujib (41), Ahmad Jaelani (36), dan Sunar (62).

Nurma menjelaskan, kejadian bermula saat mandor proyek memerintahkan sejumlah pekerja bangunan untuk menguras glonteng atau tempat penampungan air yang berada di basement.

Glonteng tersebut berukuran panjang enam meter dan memiliki kedalaman tiga meter yang disekat menjadi dua bagian.

"Menurut keterangan saksi-saksi selaku pekerja di proyek, mandor memerintah pekerja bangunan untuk menguras tempat glonteng yang berada di basement," ungkap Nurma.

Namun, para korban tiba-tiba terjatuh hingga terpersok ke dalam glongteng. Beberapa rekan kerja korban sempat berusaha melakukan pertolongan dengan turun ke bawah glonteng.

"Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas di sekitar Glonteng," ujar Kapolsek.

Keempat korban sempat dibawa ke RS Pasar Rebo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, nyawa keempatnya tak tertolong.

"Setiba di RS, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter UGD RS Pasar Rebo," ucap Nurma.

Saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Jagakarsa masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Berita terkait

  • Baca juga: Polisi Periksa Pemilik Gedung dan Mandor Usai 4 Pekerja Bangunan Tewas di Jagakarsa, Ada Kelalaian?
  • Baca juga: Pekan Ini, Polisi Periksa Pemilik Gedung Buntut Tewasnya 4 Pekerja Bangunan di Jagakarsa
  • Baca juga: Daftar Fakta 4 Pekerja Bangunan di TB Simatupang Tewas, Buka Penutup Penampungan Air Awal Petaka

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.