Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumba Timur gencar melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada anak sekolah dan di bawah umur tentang tertib berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Sumba Timur, AKP Rahmat Agus Ibrahim mengatakan, upaya itu dilakukan karena tidak sedikit kecelakaan lalu lintas melibatkan mereka.
“Mengingat adanya jumlah angka lakalantas melibatkan anak-anak sekolah, kami gencar memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat (orang tua) terutama kepada pengendara di bawah umur,” kata AKP Rahmat Agus Ibrahim kepada Pos Kupang, Selasa (7/4/2026).
Ia menyampaikan, polisi lalu lintas sudah berulang kali masuk ke sekolah-sekolah untuk memberi imbauan langsung ke para pelajar tentang aturan tertib berlalu lintas.
Baca juga: Sidang Korupsi Dana Hibah Rp27,3 Miliar di KPU Sumba Timur, Tiga Terdakwa Saling Bersaksi
Sebagian besar kata dia, sejumlah anak di bawah umur terpaksa membawa kendaraan ke sekolah karena alasan tempat tinggal yang jauh.
Di tambah lagi, orang tua terhalang pekerjaan untuk mengantar anak ke sekolah.
Kondisi itu dinilainya berbahaya karena anak di bawah umur belum memiliki kematangan emosional dan labil untuk berkendara aman.
“Kami pernah dialog dengan gurunya langsung terkait hal tersebut, sebagian besar menyampaikan terkait kondisi rumah murid yang jauh dan orang tua tidak sempat mengantar karena pekerjaan,” ujarnya.
Selain beri imbauan ke sekolah, polisi juga selalu memberikan teguran dan edukasi apabila ada anak sekolah dan di bawah umur melakukan pelanggaran di jalan raya.
Bahkan ada yang diamankan untuk menulis surat pernyataan bersama orang tua agar hal tersebut tidak terulang.
“Sering kami tegur apabila kedapatan di jalan. Untuk pelanggar di bawah umur kami tetap amankan bawa ke kantor, dipanggil orang tuanya dan buat surat pernyataan,” tambahnya.
Kasat Lantas menambahkan, pihaknya juga saat ini berkoordinasi dengan sejumlah sekolah agar membentuk Patroli Keamanan Sekolah.
“Patroli Keamanan Sekolah melibatkan murid-murid sendiri sehingga edukasi dan imbauan kami bisa tersampaikan ke teman-temannya dengan cara mereka sendiri,” katanya. (dim)