Ibu Meiliana Tutup Usia, Sosok Bunda Mei di Mata Rekan Kerja, Suparmi: Orangnya Baik dan Humble
Nur Pratama April 08, 2026 07:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Suasana duka menyelimuti kediaman mantan Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda Prov) Kaltim, Dr. Hj. Meiliana, S.E., M.M., di kawasan Perum Karpotek Blok GG, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Sosok yang akrab disapa Bunda Mei ini tutup usia pada Selasa (7/4/2026) pukul 18.00 WITA.

Pantauan TribunKaltim.co di rumah duka, satu tenda dan puluhan kursi sudah disiapkan bagi para pelayat yang terus berdatangan. 

Tak hanya tetangga dan kerabat, sejumlah pejabat Pemprov Kaltim juga tampak hadir, mulai dari Kepala Satpol PP Kaltim Munawwar, Kadinkes Kaltim Jaya Mualimin, Kalaksana BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo, Kepala BPSDM Nina Dewi, Kepala BRIDA Fitriansyah, hingga Kabiro Hukum Suparmi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mantan Pj Sekda Kaltim Meiliana Tutup Usia

Kepergian Bunda Mei meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam, terutama bagi para pegawai yang pernah bekerja bersama beliau di kantor Gubernur Kaltim. 

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, yang datang seorang diri mengaku sangat kaget atas meninggalnya Bunda Mei.

Pasalnya, baru sebulan lalu ia bertemu almarhumah yang saat itu sempat menawarkan alat untuk kebugaran tubuh.

"Beliau adalah sosok wanita tangguh dan menjadi inspirasi bagi seluruh ASN yang ada di Provinsi Kalimantan," ucap Jaya.

Jaya mengingat betul saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur di RSJD Atma Husada Mahakam, ada wejangan dari Bunda Mei yang selalu ia jadikan pedoman dalam mengabdi sebagai ASN.

Almarhumah selalu menekankan agar pegawai negeri tidak bekerja secara kaku dan harus terus berinovasi mengikuti keadaan.

"Jadi PNS ini harus kreatif, inovatif, tidak mudah menyerah. Kemudian, adaptasi, termasuk jangan menyerah kepada keadaan. Kita buat inovasi-inovasi sehingga kita lebih nyaman dalam bekerja. Tidak boleh kaku," kenang Jaya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Kaltim, Suparmi, yang hadir di rumah duka masih mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) warna khaki, mengaku langsung meluncur dari kantor begitu mendengar kabar duka tersebut.

Ia merasa seolah tidak percaya karena baru saja bertemu dan berinteraksi saat momen Lebaran lalu tanpa ada keluhan sedikit pun dari almarhumah.

"Jujur saja, tadi masih di kantor ada yang perlu diselesaikan, saya mendengar itu rasanya seperti tidak percaya. Karena pada lebaran kami masih bersama-sama, setelah itu masih berinteraksi, jadi cukup kaget. Dan pada waktu saya bersama-sama beliau itu tidak sedikitpun ada mengeluh," tuturnya.

Selama bekerja di bawah atap yang sama di Kantor Gubernur Kaltim, Suparmi melihat Bunda Mei sebagai sosok yang sangat rendah hati dan energik.

Semangat almarhumah yang terus terjaga bahkan hingga purna tugas menjadi teladan tersendiri baginya.

"Beliau itu orangnya baik yang pasti humble, selalu diwarnai education ketika ke junior-junior nya dan itu membuat kesan tersendiri ya beliau itu tidak mau mempersulit orang intinya gitu," tambahnya.

Kedekatan mereka bahkan sudah terjalin jauh sebelum Suparmi masuk ke lingkungan pemerintah provinsi. 

Hal ini karena sifat almarhumah yang memang dikenal mudah merangkul semua kalangan.

"Pertemanan sebelum saya masuk di provinsi itu sudah kenal bersama beliau, karena beliau ini kan orangnya humble ya, mudah bergaul sama siapa saja," pungkas Suparmi.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.