Sosok Aflaha Prasetyo, Siswa Asal Purwokerto Diterima di 10 Kampus Terbaik Dunia, Penghafal 30 Juz
Drajat Sugiri April 08, 2026 07:32 AM

TRIBUNNEWS.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia.

Seorang siswa asal Purwokerto, Jawa Tengah berhasil diterima di sejumlah kampus terbaik dunia.

Sebuah pencapaian yang bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mencerminkan potensi besar pendidikan nasional.

Siswa tersebut adalaha Aflaha Prasetyo.

Ia merupakan siswa kelas XII MIPA 1 Al Irsyad Al Islamiyah Boarding School Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Aflaha merupakan seorang hafiz Alquran dengan hafalan 30 juz.

Dia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Orang tuanya tinggal di Karawang, Jawa Barat.

Meski berada jauh dari orang tuanya, Aflaha mendapat dukungan penuh dari keluarga.

Adapun beberapa kampus yang menerimanya antara lain; University of Toronto (Kanada), University of Queensland (Australia), Victoria University of Wellington (Selandia Baru).

Kuliah di luar negeri merupakan impian yang telah ia persiapkan sejak duduk di kelas XI.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Aflaha mulai mencari informasi kampus yang memiliki reputasi global serta kekuatan riset unggul.

Baca juga: 10 Negara Termurah untuk Kuliah di Luar Negeri, Lengkap dengan Biaya Hidup dan Visa

"Persiapannya sebenarnya dari pertengahan kelas XI. Mulai cari-cari informasi jurusan dan kampus yang risetnya bagus dan reputasinya juga bagus secara global," kata Aflaha kepada TribunBanyumas.com, Selasa (7/4/2026).

Selain itu, ia juga melakukan berbagai persiapan lain yakni kemampuan bahasa Inggris, yang menjadi syarat Utama.

Aflaha pun mengikuti tes IELTS.

Dia juga menyiapkan berbagai dokumen penting seperti personal statement dan motivation letter yang disusun dengan matang.

"Di samping itu juga saya mempertahankan nilai, supaya nanti di transkrip akhir tetap bagus," ujarnya.

Dari 10 kampus yang menerimanya, University of Toronto menjadi kampus yang paling membanggakan baginya.

Sebab, kampus itu memiliki reputasi kelas dunia dan masuk dalam jajaran 29 besar QS World University Rankings.

"Yang diimpikan sebenarnya di Kanada, karena reputasinya sangat bagus. University of Toronto itu masuk top 29 QS World di dunia. Itu yang paling saya bangga bisa keterima di situ," ungkapnya.

Di University of Toronto, Aflaha memilih jurusan Neuroscience dan Teknik.

Saat ini, Aflaha masih menunggu hasil dari beberapa kampus lainnya. 

Ia juga tengah mempertimbangkan pilihan terbaik untuk melanjutkan studi.

Aflaha pencapaiannya tak lepas dari dukungan orang tuanya.

"Alhamdulillah orangtua sangat senang, karena dari awal mereka juga mendukung penuh," ucap dia.

Prestasi Sisa Lainnya

Prestasi serupa juga diraih siswa lain di Al Irsyad Al Islamiyah Boarding School Purwokerto.

Baca juga: Unesa Masuk 2 Besar Kampus Terfavorit SNBP 2026, Ini Prodi Terketatnya

Ashraf Zein Firjatullah, siswa kelas XII IPS 1, berhasul menembus 8 universitas.

Ia pun berencana memilih The University of Queensland karena masuk dalam jajaran top 40 dunia.

Alasan lainnya karena faktor lokasi yang tidak terlalu jauh.

"Saya juga memang dari kecil pengen kuliah di Australia, pengen tinggal di Australia karena itu enggak terlalu jauh."

"Terus biaya hidupnya masih bisa tercover kalau dibandingkan sama yang lainnya," ujar Ashraf, dilansir Kompas.com.

Keberhasilan itu juga diraih Faadhil Firman Abdurrahman Arkananta, siswa kelas XII MIPA 1.

Dirinya diterima di tiga universitas di Australia.

"Target utamanya memang bisa kuliah di luar negeri,"  tandas dia.

Penjelasan Kepala Sekolah

Kepala SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Sudrajat membongkar rahasia siswanya bisa diterima di kampus-kampus terbaik dunia.

Menurutnya, keberhasilan itu terletak pada motivasi kuat, kemampuan bahasa, dan kemandirian.

Tak hanya akademik, para siswa juga dibekali nilai religius.

Sudrajat pun bangga dengan capaian para siswanya.

"Yang membuat kami bangga, mereka juga sudah menyelesaikan hafalan Alquran."

"Dan Aflaha ini sudah menyetorkan hafalannya 30 juz. Ini menjadi modal yang bagus untuk hidup di negeri orang," kata Sudrajat.

Sudrajat menjelaskan, sekolah memiliki program khusus pembinaan studi luar negeri yang dimulai sejak kelas 10.

Program itu meliputi pemberian wawasan perguruan tinggi, pemilihan jurusan, hingga pendampingan intensif menjelang pendaftaran.

""Kami mulai dari kelas 10 dengan memberikan informasi berbagai perguruan tinggi dan jurusannya."

Lalu ada audiensi dengan siswa dan orang tua, hingga pembinaan intensif di kelas 12, baik bahasa, tes, maupun administrasi sampai pendaftaran," tandasnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati, Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.