Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran, Setujui Gencatan Senjata Sementara
Dian Anditya Mutiara April 08, 2026 09:17 AM

WARTAKOTALIVE.COM — Ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk melancarkan serangan besar ke Iran tidak terwujud.

Sebaliknya, Trump justru mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Sampai pagi ini, Selasa (8/4/2026), batas waktu yang diberikan Trump diacuhkan oleh Iran.

Keputusan tersebut diumumkan Trump melalui platform Truth Social beberapa jam sebelum serangan yang direncanakan dilakukan.

“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” tulis Trump, dikutip dari BBC.

Langkah ini menandai perubahan sikap dari sebelumnya yang sempat melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Baca juga: Iran Klaim 14 Juta Relawan Siap Perang Hadapi Ultimatum Trump, Menpora: Pemuda Bentuk Rantai Manusia

Sejumlah media Iran, seperti Tasnim News dan Press TV, bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai kemenangan bagi Teheran.

Mereka mengklaim Amerika Serikat dan Israel terpaksa menerima proposal yang diajukan Iran setelah konflik yang berlangsung selama sekitar 40 hari.

Baca juga: Trump Sebut Peradaban Iran Musnah Malam Ini, Dunia Khawatir Penggunaan Senjata Nuklir

Proposal tersebut berisi 10 poin penting, termasuk gencatan senjata permanen, pencabutan sanksi, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, di Gedung Putih, Trump sempat menyebut proposal tersebut sebagai langkah signifikan, namun belum sepenuhnya dapat diterima.

Awal Mula Proposal Iran

Upaya diplomasi melibatkan Pakistan sebagai mediator dalam pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat pada Senin (6/4/2026).

Pakistan mengusulkan gencatan senjata selama 45 hari setelah melakukan pertemuan terpisah dengan kedua pihak.

Namun, Iran menolak skema tersebut dan mendorong penghentian konflik secara permanen.

Baca juga: Iran Hadapi Ketidakpastian! Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Dilaporkan Kritis

Hingga kini, belum ada konfirmasi pertemuan langsung antara pejabat tinggi Iran dan Amerika Serikat dalam negosiasi tersebut.

Pada akhir Maret, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa utusannya sedang berbicara dengan seorang pejabat senior Iran, tetapi hal ini tidak dikonfirmasi oleh Iran.

Proposal Iran terdiri dari 10 klausul, termasuk pengakhiran konflik di kawasan tersebut, protokol untuk jalur aman melalui Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi, lapor IRNA.

Konflik telah menyebar ke wilayah Teluk dan Lebanon, di mana 1,2 juta warga Lebanon telah mengungsi akibat serangan Israel.

Isi Proposal 10 Poin Iran

Adapun rincian proposal 10 poin Iran seperti dikutip Tasnim News adalah sebagai berikut:

1- Pada prinsipnya, AS harus berkomitmen untuk menjamin non-agresi.

2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz

3. Hak pengayaan uranium Iran harus diterima.

4. Pencabutan semua sanksi utama.

5. Pencabutan semua sanksi sekunder.

6. Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB.

7. Pembatalan semua resolusi Dewan Gubernur IAEA.

8. Pembayaran ganti rugi atas kerusakan yang diderita Iran.

9. Penarikan pasukan tempur AS dari wilayah tersebut.

10. Penghentian perang di semua lini, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon.

"Dengan menerima syarat-syarat ini sebagai dasar negosiasi, Trump telah menarik diri dari ancaman dan gertakan putus asa yang sebelumnya ia lontarkan," demikian Tasnim News  melaporkan pagi ini.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.