TRIBUNNEWS.COM – Arsenal membuka peluang besar untuk meraih double winners musim 2025/2026, dengan Liga Champions 2025/2026 sebagai target utama yang bisa melengkapi dominasi mereka di kompetisi domestik.
Babak perempat final Liga Champions telah dimulai pekan ini.
Dari dua laga leg pertama yang digelar Rabu (8/4/2026), Arsenal sukses mencuri kemenangan 1-0 di markas Sporting CP, sementara Bayern Munich menundukkan Real Madrid dengan skor 2-1.
Kemenangan di Portugal menjadi modal krusial bagi Arsenal untuk menatap leg kedua di kandang sendiri.
Pasukan Mikel Arteta kini berada di posisi ideal untuk mengamankan tiket semifinal, sekaligus menjaga asa meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Meski sempat mengusung ambisi quadruple, Arsenal kini hanya fokus pada dua kompetisi tersisa setelah gagal di: Final Carabao Cup (kalah dari Manchester City) dan Piala FA (tersingkir oleh Southampton di perempat final).
Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Arsenal menjadi kandidat terkuat untuk menjuarai Liga Champions musim ini.
Baca juga: Efek Domino Arsenal Pecundangi Sporting CP, Inggris Kunci 5 Jatah Slot di Liga Champions
Selain itu, Arsenal juga menempati posisi teratas dalam Opta Power Rankings, mengungguli tim-tim besar Eropa lainnya.
Superkomputer juga memprediksi kemungkinan pertemuan antara Arsenal dan Barcelona di semifinal, dengan tim asuhan Hansi Flick menjadi favorit kedua untuk lolos dari perempat final (68,0 persen).
Salah satu faktor yang menguntungkan Arsenal adalah bagan undian yang relatif lebih “ramah”.
Sebaliknya, Bayern Munchen harus melewati bagan yang berat: Perempat final: vs Real Madrid dan Semifinal: berpotensi bertemu Liverpool atau Paris Saint-Germain
Situasi ini membuat peluang Bayern sedikit terhambat dibandingkan Arsenal.
Tak hanya di Eropa, Arsenal juga berada di jalur juara Premier League.
Dengan tujuh laga tersisa, The Gunners memimpin klasemen dengan torehan 70 poin dari 31 pertandingan, unggul 9 poin dari Manchester City
Superkomputer bahkan memprediksi peluang Arsenal menjuarai liga mencapai 96,76 persen, jauh meninggalkan Manchester City yang hanya memiliki peluang 3,24 persen.
Jika mampu menjaga konsistensi dalam empat laga terdekat, gelar liga praktis akan berada dalam genggaman.
Arsenal terakhir kali menjuarai Liga Inggris pada musim 2003/2004, sementara trofi Liga Champions belum pernah mereka raih sepanjang sejarah klub.
Kini, di bawah arahan Arteta, peluang untuk mencetak sejarah terbuka lebar.
Dengan performa konsisten, kedalaman skuad, serta kepercayaan diri tinggi, Arsenal berada di jalur ideal untuk mengawinkan gelar Liga Inggris dan Liga Champions.
Jika mampu melewati rintangan di fase gugur, musim ini bisa menjadi salah satu yang paling bersejarah dalam perjalanan panjang The Gunners.
Pemain Arsenal, Kai Havertz pun berupaya untuk mewujudkan double winners tersebut.
"Kami tetap bersatu sebagai sebuah tim, kami masih memiliki banyak hal yang bisa diraih musim ini. Masih ada tujuh minggu lagi, kami bisa memenangkan gelar-gelar besar dan kami akan berjuang untuk itu," kata Havertz dikutip dari ESPN.
(Tribunnews.com/Ali)