TRIBUNJOGJA.COM - Kembalinya Jandel menjadi sorotan sejumlah media dan komunitas Grow a Garden setelah gim tersebut sempat mengalami penurunan jumlah pemain.
Hal ini terlihat melalui TikTok pribadi Jandel (@jandelrblx), di mana ia secara implisit menandakan akan kembali (comeback) aktif mengembangkan Grow a Garden sebagai developer.
Konten-konten lainnya di sosial media, terutama YouTube dan TikTok, turut membangun narasi comeback Jandel yang secara langsung meningkatkan popularitas ini.
Janzen Madsen, yang dikenal sebagai Jandel di platform Roblox, merupakan developer asal Selandia Baru yang memiliki peran penting dalam perkembangan gim Grow a Garden.
Ia dikenal luas oleh komunitas karena kontribusinya membawa gim tersebut mencapai fase puncaknya pada 2025.
Jumlah pemain aktif bersamaan di Grow a Garden saat itu mencapai 16,4 juta.
Angka ini bahkan melampaui rekor pemain aktif sebelumnya yang dipegang gim Fortnite dengan sekitar 15 juta pemain.
Baca juga: Cara Mendapatkan Moon Slayer dan F Move di Sailor Piece Roblox
Dalam perjalanannya, Jandel juga dikenal lewat berbagai event rutin bertajuk “Admin Abuse”.
Event ini menghadirkan pengalaman bermain yang lebih interaktif.
Dalam praktiknya, event ini menggandeng antara komunitas pemain dan developer dalam skala besar.
Ia bahkan sempat menyebut fase tersebut sebagai “evil Jandel era”.
Istilah ini merujuk pada periode konten Grow a Garden yang lebih berorientasi pada hiburan komunitas ala gaya Jandel.
Pada 24 Agustus 2025, Jandel sempat mengunggah pernyataan yang menandai berakhirnya fase tersebut.
Dalam unggahannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada komunitas.
Ia juga mengisyaratkan akan mengambil jeda setelah menjalani rangkaian event mingguan selama beberapa bulan.
Beberapa bulan setelahnya, Grow a Garden mulai mengalami penurunan basis pemain.
Penurunan ini dipicu oleh kejenuhan pemain terhadap pola pembaruan mingguan yang repetitif.
Selain itu, muncul pula kritik terhadap kualitas konten dan sistem monetisasi dalam gim.
Nama Jandel kemudian kembali menjadi perhatian setelah unggahannya di TikTok menyebut dirinya akan menangani pembaruan terbaru Grow a Garden.
Kontribusi Jandel pun terlihat pada pembaruan terbaru yang bertajuk "Easter 2026" pada Minggu (5/4/2026) kemarin di dalam gim.
Pembaruan ini menjadi salah satu titik awal kembalinya keterlibatan Jandel dalam pengembangan gim tersebut.
Baca juga: Roblox Luncurkan Program Incubator dan Jumpstart, Developer Bisa Disponsori
Easter Event 2026 menghadirkan sejumlah aktivitas baru.
Di antaranya Jim the Venus Flytrap Quests, Easter Sell Stand, Easter Event Shop, Easter Garden, Egg Hunt, hingga Golden Egg Shop.
Di saat yang sama, momentum komunitas ikut terdorong oleh kembalinya sesi admin abuse.
Fitur ini telah lama menjadi ciri khas Grow a Garden dan kerap dikaitkan dengan 'tradisi' Jandel.
Pada puncak acara admin abuse yang digelar, Grow a Garden tercatat mencapai hingga 1 juta pemain aktif secara bersamaan.
Momen tersebut diabadikan oleh para pemain dan kreator konten di berbagai platform.
Sebagian dari mereka menilai kehadiran Jandel sebagai sinyal positif bagi masa depan Grow a Garden.
Meski demikian, dampak dari kembalinya Jandel terhadap jumlah pemain belum terlihat signifikan.
Angka tersebut masih berada di bawah capaian pada masa kejayaan gim ini.
Ke depan, perkembangan Grow a Garden masih bergantung pada konsistensi pembaruan serta arah pengembangannya.
Dalam cuplikan video singkat Jandel, terlihat sebuah detail kecil namun krusial pada pantulan kacamata hitam yang ia kenakan.
Tulisan "Retirement Plan's" terlihat dicoret dengan tegas, digantikan oleh baris tulisan baru di bawahnya: "Candy Blossom Plans".
Langkah ini dianggap sebagai plot twist dimana pemain mengira Jandel akan pensiun (retire) lagi seperti yang ia lakukan tahun lalu.
Mengingat pembaruan Easter 2026 sukses besar, terutama pada acara admin abuse, tampaknya Jandel tidak ingin kehilangan momentum.
Baca juga: Game Warframe 13 Tahun Tanpa AI, Digital Extremes: Kami Sangat Anti-AI
Jika sebelumnya Grow a Garden sempat dianggap “dead game” atau sepi, kemunculan kode Candy Blossom mulai mengubah persepsi tersebut.
Kode ini mengisyaratkan adanya proyek besar yang tengah disiapkan dalam pengembangan gim.
Para pemain pun mulai berspekulasi.
Sebagian menilai ini bukan sekadar pembaruan biasa.
Melainkan perombakan konten atau event besar yang berpotensi menentukan arah Grow a Garden di 2026.
Di sisi lain, perubahan sikap Jandel juga ikut menjadi sorotan.
Dengan dibatalkannya rencana untuk berhenti, ia mengindikasikan akan tetap terlibat dalam pengembangan gim ke depan.
Hal ini memperkuat anggapan bahwa Jandel akan kembali berperan aktif dalam upaya menghidupkan Grow a Garden.
Buat pemain Roblox yang suka gim santai, Grow a Garden memiliki daya tarik sendiri.
Gameplay-nya sederhana, gampang dipahami, dan cocok buat pemain yang ingin bercocok tanam tanpa mekanik gim yang rumit.
Konten event yang kembali jadi rutin berkat kembalinya Jandel juga menjadi alasan banyak pemain kembali lagi.
Setiap pembaruan pastinya akan membawa aktivitas baru, item baru, hingga alasan lainnya untuk login.
Pada akhirnya, nilai main lebih bergantung ke selera pemain masing-masing.
Jika pemain menginginkan gim dengan tantangan berat, progres yang dalam, atau kompetisi yang ketat, Grow a Garden mungkin akan terasa repetitif.
(MG Fadhlullah Ramadhan)