Fakta Baru Kematian 4 Pekerja Proyek di Jagakarsa, Terungkap Korban Tak Pakai APD
Ferdinand Waskita Suryacahya April 08, 2026 08:52 AM

 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus kematian empat pekerja bangunan di proyek gedung di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keempat korban tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, olah TKP pertama dari anggota piket yang menangani itu, pada saat kejadian di TKP para pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri atau APD," kata Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Indra Darmawan, Rabu (8/4/2026).

Meski demikian, Indra belum dapat memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa ini.

Ia menyebut proses penyelidikan termasuk pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung.

Indra menjelaskan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan tetap mengawasi jalannya proses penyelidikan yang dilakukan Polsek Jagakarsa.

"Perkara ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Jagakarsa. Untuk Satreskrim (Polres Jaksel) sifatnya saat ini melakukan asistensi dan supervisi terkait penanganan yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Jagakarsa," ujar dia.

Dalam kasus ini, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah melalukan olah TKP pada Senin (6/4/2026).

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI dan Disnakes DKI Jakarta dilibatkan dalam olah TKP tersebut.

"Pada hari Senin kemarin, dari pihak Kemenaker maupun Disnaker Provinsi Jakarta DKI Jakarta maupun dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, serta Laboratorium Forensik Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan dan olah TKP terkait kondisi di TKP," kata Indra.

Dalam olah TKP itu, Puslabfor Bareskrim Polri mengambil sampel gas dan kandungan air yang ada di dalam glonteng atau tempat penampungan air.

"Di mana dari pihak Labfor maupun dari pihak kementerian melakukan uji sampel pengambilan gas maupun kandungan air yang ada di dalam tempat atau bak penampungan yang menyebabkan meninggalnya empat orang tersebut," ujar Indra.

Ia menjelaskan, sampel gas dan kandungan air itu akan diuji untuk mengetahui zat yang menyebabkan keempat korban meninggal dunia.

"Yang mana tujuan dari pengambilan sampel-sampel tersebut untuk menentukan gas maupun asal dari gas yang menyebabkan meninggal. Untuk hasilnya akan diinformasikan apabila sudah ada hasilnya," ungkap Kanit Krimsus.

Penyebab Kematian

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, keempat korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen hingga mengalami sesak napas.

Penyebab kematian itu diperoleh berdasarkan hasil otopsi jenazah keempat korban yang dilakukan RS Polri.

"Penyebabnya karena sesak napas," kata Nurma kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Nurma menyebut tidak ada luka di tubuh para korban meski mereka sempat terjatuh ke tangki air sedalam tiga meter.

"Tidak ada luka," ujar dia.

Kronologi

Adapun peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Identitas keempat korban meninggal dunia yaitu Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhammad Fauzi (19).

Sedangkan tiga korban yang mengalami sesak napas yakni Ujib (41), Ahmad Jaelani (36), dan Sunar (62).

Nurma menjelaskan, kejadian bermula saat mandor proyek memerintahkan sejumlah pekerja bangunan untuk menguras glonteng atau tempat penampungan air yang berada di basement.

Glonteng tersebut berukuran panjang enam meter dan memiliki kedalaman tiga meter yang disekat menjadi dua bagian.

"Menurut keterangan saksi-saksi selaku pekerja di proyek, mandor memerintah pekerja bangunan untuk menguras tempat glonteng yang berada di basement," ungkap Nurma.

Namun, para korban tiba-tiba terjatuh hingga terpersok ke dalam glongteng. Beberapa rekan kerja korban sempat berusaha melakukan pertolongan dengan turun ke bawah glonteng.

"Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas di sekitar Glonteng," ujar Kapolsek.

Keempat korban sempat dibawa ke RS Pasar Rebo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, nyawa keempatnya tak tertolong.

"Setiba di RS, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter UGD RS Pasar Rebo," ucap Nurma.

Saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Jagakarsa masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Pekan Ini, Polisi Periksa Pemilik Gedung Buntut Tewasnya 4 Pekerja Bangunan di Jagakarsa
  • Baca juga: Daftar Fakta 4 Pekerja Bangunan di TB Simatupang Tewas, Buka Penutup Penampungan Air Awal Petaka
  • Baca juga: Usut Penyebab Kematian, Jenazah 4 Pekerja Proyek Bangunan di Jagakarsa Diautopsi di RS Polri
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.