Sorotan Hasil BEC 2026: Inggris Mimpi Buruk Prancis, Denmark Melesat Tanpa Perlawanan
Dwi Setiawan April 08, 2026 09:18 AM

TRIBUNNEWS.COM - Hasil babak 32 besar European Championships (BEC) 2026 menyajikan drama yang kontras bagi dua raksasa Benua Biru, Prancis dan Denmark.

Meski kedua negara ini diprediksi bakal saling sikut hingga partai puncak, nasib mereka di babak awal justru bak bumi dan langit.

Persaingan Denmark dan Prancis sejatinya tengah menjadi sorotan utama, terutama menjelang perhelatan akbar Thomas & Uber Cup 2026 mendatang.

Selama ini, Denmark memang memegang takhta dominasi yang sulit digoyahkan.

Namun, dalam dua edisi terakhir, Prancis mulai menunjukkan kedigdayaan mereka, khususnya di ajang European Mixed Team Championships.

Luka Lama dan Revans yang Tertunda

Jika menilik ke belakang, Denmark dan Prancis tercatat selalu bertemu di partai final turnamen beregu campuran sejak 2021.

Hingga edisi 2025 lalu, Anders Antonsen dan kolega masih mampu mempertahankan status juara sekaligus menegaskan bahwa Denmark belum habis di kancah regional.

Tapi kejutan besar terjadi pada kualifikasi Thomas-Uber Cup 2026 beberapa waktu lalu.

Prancis sukses mengukir sejarah dengan menjadi dalang kegagalan tim putra Denmark.

Saat itu, talenta muda seperti Alex Lanier, Christo Popov, hingga Toma Junior Popov berhasil meredam dominasi Denmark dan keluar sebagai kampiun.

Sayangnya, momentum emas Prancis itu justru seolah menguap saat memasuki nomor perorangan BEC 2026.

Ekspektasi Tinggi yang Berujung Ironi

Alih-alih melanjutkan tren positif, delegasi Prancis justru mencatatkan hasil minor yang menyesakkan. Pukulan telak datang dari sektor ganda campuran.

Pasangan andalan sekaligus unggulan pertama, Thom Gicquel/Delphine Delrue, secara mengejutkan harus angkat koper lebih awal.

Baca juga: Menanti Tuah Prancis di BEC 2026: Peluang Popov Cs Panen Gelar di Negeri Matador

Bertarung sengit selama 67 menit melawan utusan Inggris, Callum Hemming/Estelle van Leeuwen, Gicquel/Delrue dipaksa bertekuk lutut melalui drama rubber game.

Sempat mencuri gim kedua, kandidat kuat juara ini akhirnya menyerah dengan skor tipis 17-21, 21-18, dan 20-22.

Nasib nahas Prancis tidak berhenti di situ. Di sektor ganda putra, Mael Cattoen/Lucas Renoir yang menyandang status unggulan juga harus mengakui keunggulan wakil Inggris lainnya, Alex Green/Zach Russ.

Tren negatif ini diperparah oleh tumbangnya unggulan kelima, Eloi Adam/Leo Rossi, yang terkapar di tangan pasangan Jerman, Bjarne Geiss/Jones Ralfy Jansen, lewat duel tiga gim yang melelahkan.

Dominasi Total Tim Dinamit

Berbanding terbalik dengan nestapa Prancis, armada Denmark justru tampil sangat solid dan efisien.

Di sektor ganda campuran, duet Jesper Toft/Amalie Magelund dan Mathias Christiansen/Alexandra Boje melaju mulus ke babak 16 besar tanpa hambatan berarti.

Kehebatan tim Dinamit semakin terbukti lewat aksi para pemain non-unggulan.

Pasangan Mads Vestergaard/Christine Busch serta Rasmus Espersen/Amalie Cecilie Kudsk secara kompak berhasil mengantongi kemenangan.

Kesuksesan ini juga diikuti oleh sektor ganda putri melalui Simona Pilgaard/Signe Schulz dan Abbygael Harris/Lizzie Tolman yang turut mengamankan tiket 16 besar.

Secara keseluruhan, Denmark sementara ini berhasil membuktikan bahwa mereka masih memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih mumpuni di atas kertas dibandingkan Prancis.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.