Perdana ke Nunukan, Kakanwil Kemenag Kaltara Kagumi Rumah Bersama Lintas Agama
Adhinata Kusuma April 08, 2026 11:14 AM

 

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kunjungan perdana Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalimantan Utara, H Muhamad Saleh, S.Ag., M.Pd.I., ke Kabupaten Nunukan menyita perhatian.

Kehadiran sosok nomor satu di Kanwil Kemenag Kalimantan Utara ini menjadi momen yang dinantikan.

Tak hanya menjalankan agenda kedinasan, Muhamad Saleh juga menyoroti kuatnya kerukunan lintas agama di daerah perbatasan tersebut yang disebutnya “jarang ditemukan di wilayah lain”.

“Ini pertama kali saya ke Nunukan, dan saya melihat semangat kolaborasi lintas agama di sini luar biasa,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (8/4/2026).

Dalam kunjungannya, Saleh mengawali kegiatan dengan bertatap muka bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Nunukan.

Baca juga: Kunjungi Rumah Kerukunan FKUB Nunukan, Kakanwil Kemenag Kaltara Apresiasi Raihan Harmony Award 2025

Di hadapan para ASN, ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan integritas, serta memberikan pesan tegas terkait pelayanan publik.

“Jangan ada diskriminasi. Semua agama harus dilayani dengan baik, karena itu bagian dari tugas kita,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan, mengingat pentingnya peran ASN Kemenag dalam menjaga keadilan layanan bagi seluruh umat beragama.

Tak hanya itu, Muhamad Saleh juga memberikan apresiasi tinggi kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nunukan yang dinilai aktif merawat keharmonisan melalui dialog lintas agama.

Kegiatan FKUB yang dirangkaikan dengan penanaman pohon pun mendapat pujian. 

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program prioritas Kemenag dalam pelestarian lingkungan berbasis nilai keagamaan atau ekoteologi.

“Ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata menjaga kebersamaan di tengah keberagaman,” katanya.

Yang paling mencuri perhatian, Saleh mengaku kagum dengan simbol-simbol persatuan di Nunukan, mulai dari rumah bersama lintas agama hingga fasilitas umum yang digunakan secara kolektif.

“Menurut saya ini luar biasa, bahkan mungkin tidak ada di daerah lain,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk terus menjaga harmoni serta aktif hadir di tengah umat.

“Kalau tokoh agama sering hadir, umat akan merasa lebih terayomi. Ini penting untuk menjaga kerukunan,” pungkasnya.

(*)
Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.