Konstruksi 9 Sekolah Rakyat Dikebut, Makassar Tercepat
Ansar April 08, 2026 01:20 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus dikebut.

Pemerintah pusat mengalokasikan total Rp 2,3 Triliun pembangunan sekolah rakyat di Sulsel, terbagi dalam dua paket.

Paket satu mendapat alokasi Rp 1,2 Triliun meliputi Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, dan Barru.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Waskita Karya menjadi pemenang lelang konstruksi.

Sementara pada paket dua ialah Makassar, Takalar, Sinjai dan Bone dengan alokasi Rp 972 Miliar.

Paket 2 dimenangkan perusahaan BUMN lainnya PT Nindya Karya.

"Progres paling besar itu adalah pembangunan sekolah rakyat yang ada di Makassar, jadi 40,45 persen. dan semuanya berjalan sesuai dengan kontrak,"kata Kepala Dinas Sosial Abdul Malik Faisal di Kantor Dinsos Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar pada Rabu (8/4/2026).

Sekolah Rakyat di Makassar terletak di GOR Sudiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.

Sementara progress terendah di Kabupaten Tana Toraja. Letaknya di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek.

"Ini kemungkinan karena mendistribusi material ke sana itu agak susah. Kemudian cuaca juga di Tana Toraja ini hujan, selalu hujan. Itu membuat salah satu kendala sehingga progres pembangunan sekolah rakyat di Tana Toraja itu agak lebih rendah," jelasnya.

Sementara itu di daerah lainnya seperti di Desa Mario, Kecamatan Kulo,  Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) progresnya 31,29 persen.

Selanjutnya di Kelurahan Lalabatarilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng sudah 23,76 persen.

Sekolah Rakyat di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo progresnya 29,32 persen.

Lalu di Jl Poros Barru - Parepare, Dusun Lawallu, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Raja, Kabupaten Barru beru 28,08 persen.

Berikutnya di Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone sudah 34,09 persen.

Untuk di Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai progresnya sampai 39,11 persen.

Sementara di Pa'rappunganta, Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar progresnya 38,92 persen.

"Kami berharap selesai di Juni. Karena kontraknya ini akan berakhir di akhir Juni sehingga di awal Juli mulai tahun ajaran baru 2026-2027," kata Abdul Malik Faisal.

Nantinya ada sekitar 1.750 siswa yang saat ini di sekolah rakyat rintisan akan dipindahkan ke bagunan permanen ini.

Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan menyebut progresnya kini cukup baik.

Terutama Sekolah Rakyat di Kota Makassar yang konstruksi bangunannya sudah berdiri.

"Progres diatas 25 persen - 30 persen semua. Sebagian sudah pemasangan atap, Bisa dilihat di sudiang," katanya saat dikonfirmasi pada Selasa (7/8/2026).

Iwan mengaku optimis Sekolah Rakyat bisa segera rampung sebelum tahun ajaran baru

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Ket foto : SEKOLAH RAKYAT - Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal di Kantor Dinsos Sulsel pada Rabu (8/4/2026). Pembangunan sekolah Rakyat di Sulsel target rampung Juni mendatang
Dok : Tribun/Faqih

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.