Tanggapan Malaysia Atas Gencatan Senjata Iran-AS, Tak Boleh Ada Tipu Daya
Desy Selviany April 08, 2026 01:29 PM

TRIBUNDEPOK-Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menanggapi gencatan senjata yang diambil Iran dan Amerika Serikat (AS). 

Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa Malaysia sepenuh hati menyambut perkembangan terbaru dalam perang AS-Iran saat ini.

Malaysia pun menyambut positif rencana sepuluh poin yang diusulkan oleh Iran dan diterima secara positif oleh AS.

Menurut Anwar Ibrahim usulan ini merupakan pertanda baik bagi pemulihan perdamaian dan stabilitas, tidak hanya di kawasan ini tetapi juga di seluruh dunia. 

Sehingga Malaysia sangat berharap bahwa proses negosiasi akan dilakukan dengan itikad baik, dengan tekad yang kuat untuk mencari solusi yang langgeng terhadap isu-isu yang saat ini dihadapi kawasan ini. 

Menurut Anwar Ibrahim, perundingan perdamaian tidak akan berhasil jika prosesnya diselimuti tipu daya dan kecurangan.

Maka sangat penting bahwa rencana sepuluh poin tersebut diterjemahkan menjadi kesepakatan perdamaian yang komprehensif, tidak hanya untuk Iran, tetapi juga untuk Irak, Lebanon, dan Yaman. 

Selain itu Malaysia juga mendesak pihak terkait dalam perang Timur Tengah untuk memastikan diakhirinya genosida dan perampasan hak-hak rakyat Palestina, terutama di Gaza.

Malaysia pun mengapresiasi upaya Pakistan yang berhasil menjadi mediator dari gencatan senjata AS-Iran.

“Sekali lagi saya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tulus kepada Pakistan dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas diplomasi yang tak kenal lelah dan berani yang telah membantu mewujudkan momen ini,” apresiasi Anwar Ibrahim.

Menurut Anwar Ibrahim, kesediaan Pakistan untuk berbicara dengan semua pihak, tanpa rasa takut atau pilih kasih, mencerminkan tradisi tertinggi solidaritas Muslim dan tanggung jawab internasional. 

Malaysia siap mendukung dan melengkapi semua upaya dalam hal ini.

“Kami juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk memastikan akses kemanusiaan tanpa hambatan kepada semua penduduk sipil yang terkena dampak perang ini,” paparnya.

Baca juga: Tanggapan Netanyahu Usai Ditinggal AS yang Pilih Gencatan Senjata dengan Iran

Diharapkan juga gencatan senjata ini menjadi awal dari perdamaian abadi di seluruh dunia.

“Semoga ini menjadi titik balik menuju perdamaian abadi. Dunia tidak mampu jika hal ini tidak terjadi,” pungkasnya. 

Sebelumnya Iran mengatakan rencana 10 poinnya untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat akan mengharuskan Washington untuk menerima program pengayaan uraniumnya dan pencabutan semua sanksi.

Setelah mengklaim kemenangan, Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersamaan dengan daftar 10 poin yang diterbitkan oleh media pemerintah, mengatakan bahwa rencana tersebut akan membutuhkan “kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz, penerimaan pengayaan uranium, pencabutan semua sanksi primer dan sekunder.”

Tuntutan utama lainnya dalam rancangan tersebut, yang diajukan melalui mediator di Pakistan, mencakup penarikan militer AS dari Timur Tengah, penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya, pembebasan aset Iran yang dibekukan, dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menjadikan kesepakatan apa pun mengikat.

“Perlu dicatat bahwa pengesahan resolusi tersebut akan menjadikan semua perjanjian ini mengikat di bawah hukum internasional dan akan menjadi kemenangan diplomatik yang signifikan bagi bangsa Iran,” kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (7/4/2026), dilansir The Times of Israel.

Yang terpenting, rencana tersebut juga menyerukan perluasan kendali Iran atas Selat Hormuz, jalur bagi sekitar seperlima minyak dunia yang secara efektif telah diblokir untuk lalu lintas maritim sejak dimulainya konflik pada Sabtu (28/2/2026).

Pengumuman ini disampaikan setelah Pakistan mengajukan proposal menit-menit terakhir untuk mencegah serangan besar-besaran AS terhadap Iran, dengan Trump memperingatkan bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" kecuali kesepakatan tercapai.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.