TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Perusahaan manufaktur baja terintegrasi PT Garuda Yamato Steel (GYS) resmi mengoperasikan fasilitas pembangkit tenaga surya berskala besar pertama bekerja sama dengan iForte Energi dengan kapasitas 6,5 megawatt peak (MWp).
Instalasi PLTS ini menandai strategi transformasi perusahaan dalam produksi baja berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan.
"PLTS ini didirikan di atas lahan seluas 55.000 meter persegi dan merupakan salah satu investasi energi terbarukan paling signifikan di sektor manufaktur baja Indonesia," ungkap Tony Taniwan, Presiden Direktur PT Garuda Yamato Steel dikutip Rabu, 8 April 2026.
Baca juga: Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, Presiden Dorong Pembangunan PLTS 100 GW
Selanjutnya, fasilitas canggih ini akan menyuplai listrik bersih untuk operasi manufaktur kritis, termasuk pabrik peleburan baja, pabrik penggulungan, gudang, dan fasilitas administratif, secara substansial mengurangi emisi gas rumah kaca perusahaan dan memajukan transisi Indonesia menuju manufaktur industri ramah lingkungan.
Visi Strategis untuk Dekarbonisasi
Tony Taniwan menjelaskan, inisiatif memasang fasilitas tenaga surya GYS merupakan bagian dari peta jalan dekarbonisasi komprehensif yang dirancang untuk memposisikan perusahaan sebagai pemimpin industri dalam manufaktur berkelanjutan.
Dia mengatakan, sejauh ini perusahaan telah menerapkan berbagai teknologi canggih dan praktik ekonomi sirkular untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Diantaranya, teknologi Electrical Arc Furnace (EAF): GYS menggunakan teknologi EAF yang ramah lingkungan, yang secara signifikan mengurangi emisi karbon dibandingkan dengan proses pembuatan baja blast furnace tradisional.
Perusahaan juga telah membangun ekosistem pemulihan material yang kuat dengan masyarakat lokal dan mitra industri, memastikan bahwa bahan scrap baja yang dapat dipulihkan didaur ulang dan diproduksi kembali menjadi produk baja berkualitas tinggi sambil meminimalkan limbah.
GYS juga melakukan investasi berkelanjutan dalam revamping dan modernisasi Beam Plant 1 (BP1) untuk operasi hemat energi dan kemajuan teknologi.
Dia menambahkan, pemasangan instalasi tenaga surya mencerminkan kemitraan strategis PT Garuda Yamato Steel dengan PLN Indonesia, perusahaan listrik negara, yang dukungan instrumentalnya sangat penting dalam mewujudkan inisiatif ini.
Kolaborasi ini berkontribusi langsung pada target nasional Indonesia net zero emission, dan memposisikan GYS sebagai mitra kunci dalam transisi energi negara.
"Pengoperasian sistem energi surya kami merupakan momen yang menentukan bagi PT Garuda Yamato Steel dan visi kami untuk masa depan manufaktur baja di Indonesia," kata Tony Taniwan.
Pihaknya berkomitmen terus mengeksplorasi solusi energi terbarukan tambahan dan inisiatif keberlanjutan, termasuk ekspansi instalasi panel surya di atap bangunan yang tersisa dan lahan yang tersedia dan kita mplementasi teknologi efisiensi energi canggih di seluruh operasi.