Kronologi Pemilik Ponton Timah Tewas Tersambar Petir di Laut Bakit Bangka Barat
Ardhina Trisila Sakti April 08, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peristiwa tragis terjadi di Laut Belembang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Seorang penambang timah meninggal dunia setelah tersambar petir saat bekerja di laut.

Ia diketahui sebagai pemilik ponton bernama Eko Sumiarso (49), warga Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Dalam peristiwa tersebut, satu rekan kerjanya, Sapurman alias Agil (40), warga Air Pandan, Mendo Barat, mengalami luka berat, sempat dirawat di Puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Sementara dua rekan lainnya, Rusminiati (32) dan Saripah (30), warga Desa Bakit, selamat dalam kejadian.

Kapolsek Jebus, AKP Ogan Arif Teguh menjelaskan kronologi kejadian.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, saat korban selesai bekerja mencari biji timah menggunakan ponton tower miliknya dan hendak pulang. Cuaca tiba-tiba berubah menjadi gelap disertai hujan lebat dan petir. 

"Korban bersama satu rekannya kemudian berteduh di ponton. Bersama Rusmini dan Saripah tukang nyanting. Namun, korban tersambar petir di ponton tempat mereka bekerja,"kata Ogan kepada Bangkapos.com, Rabu (8/4/2026).

Saat kejadian, para pekerja lain yang berada di lokasi secara spontan memberikan pertolongan kepada korban.

"Korban Eko meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Sekar Biru. Selain itu, satu orang menjalani perawatan di Puskesmas Sekar Biru, sedangkan dua lainnya Rusmini dan Saripah telah beristirahat di kediamannya,"katanya.

Ia menambahkan, jenazah Eko Sumiarso saat ini telah berada di rumah duka di Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, dan telah dikebumikan di TPU Desa Bakit.

"Polisi juga telah melakukan kegiatan sambang duka atas kejadian tersebut,"kata Ogan.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.