Motif AF Tega Mutilasi Ibu Kandung di Lahat dan Dikubur dalam 3 Karung di Kebun, Akui Gegara Slot
Shinta Dwi Anggraini April 08, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - AF, pelaku yang tega mutilasi ibu kandungnya, SA (63) di kebun Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat mengaku karena judi online atau slot.

Adapun potongan tubuh SA ditemukan di dalam 3 karung terkubur di kebun.

Kini pelaku telah diamankan oleh tim gabungan dari Satreskrim Polres Lahat dibantu Jatanras Polda Sumsel dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Di hadapan polisi, AF mengakui perbuatannya yang telah menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.

"Siapa yang kau bunuh?" kata polisi, dilansir Instagram @jeme_lahatnila, Rabu (8/4/2026).

"Ibu kandung," kata AF.

PELAKU MUTILASI DITANGKAP -- AF pelaku mutilasi terhadap ibu kandungnya digiring ke Mapolres Lahat, Rabu (8/4/2026). Sebelumnya potongan jasad korban ditemukan dalam 3 karung plastik terkubur di tengah kebun.
PELAKU MUTILASI DITANGKAP -- AF pelaku mutilasi terhadap ibu kandungnya digiring ke Mapolres Lahat, Rabu (8/4/2026). Sebelumnya potongan jasad korban ditemukan dalam 3 karung plastik terkubur di tengah kebun. (Dokumentasi/Polres Lahat)

AF mengaku menghabisi nyawa ibu kandungnya karena judi online atau slot.

"Gara-gara apa?" tanya polisi.

"Gara-gara slot pak," ujar AF.

"Korban slot mutilasi ibu kandung," terang polisi.

Baca juga: Tampang AF, Anak Mutilasi Ibu Kandung di Lahat Lalu Dikubur di Kebun, Akui Karena Slot

Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Ridho Pradani mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku.

Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan laporan lengkapnya.

“Untuk modus dan motif masih terus didalami oleh penyidik. Pelaku merupakan anak kandung korban sendiri," tegas Muhammad Ridho Pradani, Rabu (8/4/2026).

Kronologi Penemuan Mayat

Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono, menerangkan penemuan mayat SA yang diketahui sebagai seorang ibu rumah tangga tersebut pertama kali dilaporkan oleh S (49), anak kandung korban.

Disampaikannya, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat keluarga korban merasa curiga karena korban sudah tidak terlihat selama kurang lebih satu minggu.

"Jadi sudah seminggu tidak terlihat. Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh pihak keluarga," sampainya, Rabu (8/4/2026).

Dilanjutkannya, sekira pukul 22.00 WIB, saksi S mendapatkan informasi dari warga berinisial R terkait adanya aktivitas penggalian tanah di kebun milik korban yang dilakukan atas permintaan seseorang berinisial AF.

Menindaklanjuti informasi tersebut, saksi bersama perangkat desa dan warga setempat melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sebuah lubang yang telah ditimbun kembali.

"Setelah dilakukan penggalian ulang, ditemukan tiga karung plastik yang berisi potongan tubuh manusia yang diduga merupakan bagian tubuh korban," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Tim Inafis Polres Lahat bersama personel Polsek Pulau Pinang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke RSUD Lahat guna dilakukan autopsi.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa terduga pelaku berinisial AF yang merupakan salah satu anggota keluarga korban, saat ini tidak berada di tempat dan belum diketahui keberadaannya.

"Polres Lahat melalui Satuan Reserse Kriminal saat ini terus melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti guna mengungkap secara jelas peristiwa tersebut," terangnya. Laily Fajrianti/ Ehdi Amin/ Tribun Sumsel

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.