Lansia Tewas Ditikam di Masjid Pesantren OKU Timur, Pelaku Positif Narkoba
Yandi Triansyah April 08, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM,MARTAPURA – Satreskrim Polres OKU Timur berhasil mengamankan RA (24), pelaku penikaman brutal yang menewaskan seorang lansia bernama Roni (73) di halaman Masjid Romadhon, Desa Kotabaru Barat, Kecamatan Martapura, Selasa (7/3/2026) petang. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Kapolres OKU Timur melalui Kasat Reskrim IPTU Rendi Ramadhona mengonfirmasi bahwa pelaku yang merupakan buruh harian lepas ini ditangkap hanya beberapa menit setelah kejadian. 

Namun, hingga saat ini polisi masih kesulitan menggali keterangan pelaku terkait motif pembunuhan tersebut.

Baca juga: Lansia 70 Tahun Tewas Ditusuk di Masjid Ponpes Romadhon OKU Timur, Pelaku Berhasil Diamankan

"Sejak diamankan, pelaku cenderung diam dan memberikan jawaban yang tidak konsisten. Kami juga sudah melakukan tes urine dan hasilnya positif narkoba," ujar IPTU Rendi, Rabu (8/4/2026).

Korban Silaturahmi Lebaran 

Korban Roni (73) merupakan pendatang yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). 

Ia merupakan paman dari pengasuh Pondok Pesantren Romadhon, Ustadz Miftahul Faizin. 

Kedatangannya ke pesantren tersebut dalam rangka silaturahmi pada momen lebaran. 

"Paman saya datang ke pesantren di hari kelima lebaran, selama dua pekan di sini korban rajin ibadah," kata Pengasuh Pondok Pesantren Romadhon, Ustadz Miftahul Faizin, Rabu (8/4/2026). 

Kronologi Kejadian 

Sore itu kata dia, korban seperti biasa tengah bersiap melaksanakan salat Magrib di masjid pesantren.

Namun secara tiba-tiba, seorang pria berpakaian gamis putih dan peci datang dan langsung melakukan penyerangan secara brutal.

“Dari rekaman CCTV terlihat pelaku datang dan langsung menusuk korban berkali-kali. Kejadiannya sangat cepat dan spontan. Tidak ada interaksi sebelumnya,” katanya.

Miftahul memastikan bahwa korban dan pelaku tidak saling mengenal. Bahkan pihak pesantren juga tidak mengetahui identitas pelaku sebelumnya.

“Tidak ada hubungan apa pun antara korban dan pelaku. Kami juga tidak mengenal pelaku sebelumnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku sempat diantar seseorang menggunakan sepeda motor sebelum tiba di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut juga disaksikan oleh sejumlah santri dan guru. Namun mereka tidak berani mendekat karena pelaku membawa senjata tajam.

Salah satu guru pesantren, Ustadz Ulil, mengaku melihat langsung detik-detik kejadian. Ia menyebut kondisi korban sudah terkapar saat dirinya mendekat.

“Saya sempat melihat langsung. Kondisi korban sudah terjatuh. Saya sempat merekam kejadian itu dua kali. Ada juga santri yang melihat, tapi langsung ketakutan,” ungkap Ulil.

Pasca kejadian, jenazah korban langsung dibawa ke OKU dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada malam harinya.

Insiden tersebut tidak hanya merenggut nyawa korban, tetapi juga meninggalkan trauma bagi para santri. Sebagai langkah antisipasi, pihak pesantren memberikan kebijakan bagi santri untuk sementara waktu kembali ke rumah masing-masing.

“Hari ini sebenarnya tidak libur, tapi kami beri kelonggaran santri untuk pulang dulu karena masih trauma,” ujar Miftahul.

Ia juga menegaskan bahwa sejak berdiri pada 2008, pesantren tersebut tidak pernah memiliki konflik dengan pihak mana pun dan diterima baik oleh masyarakat sekitar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.