SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Upaya memperkuat pendidikan anak usia dini berbasis teknologi dan budaya lokal terus dilakukan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim).
Bunda PAUD Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, meresmikan peluncuran seri buku bertajuk Koding Kondang Sekaran di Kantor Kecamatan Sekaran, Rabu (8/4/2026).
Peluncuran buku tersebut, menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada sektor pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Melalui buku itu, anak-anak usia dini tidak hanya dikenalkan pada budaya dan sejarah daerahnya, tetapi juga mulai diperkenalkan dengan konsep dasar teknologi, termasuk logika koding.
Buku Koding Kondang Sekaran disusun oleh tujuh guru PAUD di wilayah Kecamatan Sekaran.
Ketiga buku yang telah selesai disusun tersebut dirancang, agar materi teknologi dapat dipelajari anak-anak tanpa harus meninggalkan identitas budaya lokal.
Anis Kartikawati mengatakan, penguatan muatan lokal menjadi hal yang sangat penting di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Menurutnya, generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap memahami asal-usul serta budaya daerahnya.
“Alhamdulillah, saat ini sudah berhasil menciptakan tiga buku Koding Kondang Sekaran. Harapannya, anak-anak bisa mengenal budaya lokal melalui buku ini. Penguatan muatan lokal sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya di tengah arus globalisasi,” kata Anis.
Istri Bupati Lamongan itu menambahkan, buku tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk menyiapkan generasi emas Lamongan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kebanggaan terhadap budaya daerah.
Dalam buku itu, para penyusun memasukkan sejumlah materi mengenai sejarah, tradisi dan potensi lokal Kecamatan Sekaran.
Materi tersebut, kemudian dipadukan dengan pengenalan teknologi sederhana dan cara berpikir logis yang menjadi dasar dari pembelajaran koding.
Berikut adalah beberapa poin keunggulan dalam buku Koding Kondang Sekaran:
Ketua tim penyusun buku, Nur Asmaiyah, menjelaskan bahwa ide awal penyusunan buku berangkat dari kebutuhan dunia pendidikan yang saat ini tidak bisa lepas dari teknologi.
Namun di sisi lain, ia menilai pendidikan juga tidak boleh mengabaikan akar budaya yang dimiliki daerah.
“Ide pertama yang mendasari kami adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi dengan budaya yang ada di Kecamatan Sekaran. Harapannya, peserta didik tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi, namun tetap memahami asal-usul dan identitas daerahnya,” ujar Nur Asmaiyah.
Ia menjelaskan, konsep koding yang dimasukkan ke dalam buku bukan berupa materi rumit sebagaimana yang dipelajari di jenjang lebih tinggi.
Materi disusun secara sederhana menyesuaikan usia anak PAUD, sehingga lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
Untuk mendukung implementasi buku tersebut, pihak pengembang merencanakan pencetakan awal sebanyak 1.000 eksemplar.
Buku-buku itu, nantinya akan digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di lembaga PAUD di wilayah Kecamatan Sekaran dan sekitarnya.
Meski demikian, Anis Kartikawati mengingatkan, agar distribusi buku tidak sampai menambah beban ekonomi bagi para wali murid.
“Ke depan kita akan terkendala masalah biaya. Maka nanti akan ada diskusi lagi, bagaimana manfaat dari tiga buku ini bisa dirasakan tanpa membebani wali murid,” tegasnya.
Ia juga menuturkan, akan dilakukan pembahasan lebih lanjut agar manfaat buku bisa dirasakan oleh seluruh anak tanpa terkendala biaya.
Melalui peluncuran Koding Kondang Sekaran, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Bunda PAUD dan TP PKK menunjukkan komitmen untuk menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif.