Israel Tolak Hentikan Serangan ke Lebanon saat AS dan Iran Gencatan Senjata, Beda Ucapan PM Pakistan
Musahadah April 08, 2026 02:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahwa gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran juga berlaku di Lebanon, ditolak mentah-mentah oleh Israel.

Israel ngotot tak akan menghentikan serangannya ke kelompok HIsbullah Lebanon.

Sementara untuk gencatan senjata dengan Iran tetap akan dilaksanakan. 

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dikutip dari Al Jazeera menegaskan Israel menyambut baik langkah Presiden AS Donald Trump yang menangguhkan operasi militer terhadap Iran selama dua minggu.

Namun, Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan tersebut “tidak termasuk Lebanon”.

Baca juga: Rekam Jejak Shehbaz Sharif, Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS dan Iran, Administrator Tangguh

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut Israel akan tetap melanjutkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon.

Langkah ini diambil seiring konflik yang masih berlangsung di perbatasan utara Israel.

Ia juga menegaskan dukungan Israel terhadap upaya AS untuk memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, maupun “teror” bagi kawasan.

“Iran tidak boleh lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara kawasan,” ujarnya.

Pernyataan Netanyahu bertolak belakang dengan klaim Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Sebelumnya, Sharif menyatakan gencatan senjata berlaku luas, termasuk mencakup Lebanon.

Perbedaan ini menegaskan belum adanya kesepahaman penuh terkait cakupan gencatan senjata.

Situasi tersebut terjadi di tengah konflik yang terus meluas di Timur Tengah.

Dampak Serangan Israel

Sementara itu, konflik Israel dengan Hizbullah di Lebanon masih berlangsung intens.

The Guardian melaporkan, serangan Israel sejak awal konflik telah menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Korban termasuk anak-anak, dengan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi.

Ketegangan meningkat setelah Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, meluncurkan roket ke wilayah utara Israel.

Serangan itu disebut sebagai respons atas eskalasi konflik sebelumnya.

Ketegangan antara Israel dan Lebanon juga mengakibatkan tiga prajurit TNI anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon gugur.

Selain itu, delapan prajurit TNI lainnya terluka dan masih dirawat di rumah sakit. 

AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata

GENCATAN SENJATA - Foto Donald Trump diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025). Trump kini menyepakati gencatan senjata bersama Iran.
GENCATAN SENJATA - Foto Donald Trump diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025). Trump kini menyepakati gencatan senjata bersama Iran. (Facebook The White House)

Setelah mengancam akan meluluhlantakkan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.

Trump menetapkan tenggat waktu gencatan senjata sejak Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Gencatan senjata ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (7/6/2026) waktu AS atau Rabu (8/4/2026) WIB, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut akan berlaku jika Iran setuju untuk membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz secara penuh.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," tulis Trump, sebagaimana dilansir BBC.

Baca juga: Sosok Dina Sulaeman, Pakar yang Tepat Analisis Ancaman Trump Hancurkan Iran Satu Malam Cuma Gertakan

Trump menegaskan bahwa langkah ini akan menjadi sebuah gencatan senjata dua sisi. Namun, dia memberikan syarat mutlak agar kesepakatan ini berjalan.

"Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman," tegasnya.

Di sisi lain, media pemerintah Iran segera melaporkan pernyataan Trump tersebut dengan sudut pandang yang berbeda.

Salah satu media Iran menggunakan tajuk utama dengan judul Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu, menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang.

Media tersebut bahkan menyebut langkah Trump sebagai mundur yang memalukan dari retorika anti-Iran.

Sementara pemerintah Iran pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan 10 syarat untuk menerapkan gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sebagian dari 10 poin ini juga termasuk dalam 10 syarat Teheran untuk mengakhiri perang, yang bermula dari serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.

Dikutip dari BBC, berikut adalah 10 syarat gencatan senjata yang diumumkan oleh stasiun televisi Pemerintah Iran.

  • Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman
  • Penghentian total dan permanen perang di Iran tanpa batas waktu
  • Mengakhiri semua konflik di kawasan secara menyeluruh
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz
  • Penetapan protokol dan syarat untuk memastikan kebebasan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz
  • Pembayaran penuh kompensasi untuk biaya rekonstruksi kepada Iran
  • Komitmen penuh untuk mencabut sanksi terhadap Iran
  • Pelepasan dana Iran dan aset beku yang dipegang oleh Amerika Serikat
  • Iran sepenuhnya berkomitmen untuk tidak berupaya memiliki senjata nuklir apa pun
  • Gencatan senjata segera berlaku di semua lini segera setelah persetujuan syarat-syarat di atas
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.