Pelajar Tewas Dalam Kebakaran SPBE Cimuning, Rumah Hancur hingga Ayah dan 3 Kakaknya Masih Dirawat
Rr Dewi Kartika H April 08, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM –  Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, bertambah menjadi tiga orang.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan, korban meninggal dunia terbaru berstatus pelajar SMK Negeri 15 Kota Bekasi, bernama Sapta Prihantono.

"Pria, masih pelajar, meninggal Selasa malam," kata Bobihoe di Bekasi Selatan, Rabu (8/4/2026).

Korban pelajar itu meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sosok Korban

SMK Negeri 15 Kota Bekasi menyampaikan kabar duka lewat akun media sosial resminya.

Sapta meninggal pada Selasa, 7 April 2026 atau setelah tujuh hari menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang dideritanya.

Di sisi lain, ayah dan tiga kakak Sapta saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Sedangkan ayah dan 3 kakaknya masih dirawat di RS Citra Arafiq dan RSUD Kab. Bekasi,” demikian keterangan yang diunggah sekolah dikutip pada Rabu, 8 April 2026. 

Selain mengalami luka, dalam keterangan disebutkan keluarga ini juga kehilangan rumah akibat hancur karena kebakaran disertai ledakan.

"Keluarga ini juga kehilangan rumah dan hancur karena ledakan gas SPBE.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini," tulis pihak sekolah.

Sejumlah netizen yang mengaku sebagai teman-teman Sapta mengucapkan duka cita.

"innalilahi wa innailaihi rojiun, gua ga nyangka secepet ini lu ninggalin gua sap"

"tenang dsana ya wol ,baru minggu lalu ketemu di warkop"

"Udh gk sakit lagi ya wol, bapak sama yang lain gw yang jaga"

Tiga Korban Tewas

Berdasarkan catatan, jumlah korban meninggal sampai dengan hari ini mencapai tiga orang. 

Dua korban meninggal lainnya diketahui merupakan karyawan yang bekerja sebagai petugas sekuriti di lokasi kejadian.

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, membenarkan, korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kedua korban sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Primaya Bekasi Timur sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Korban pertama atas nama Suyadi meninggal dunia pada Minggu (5/4/2025), sementara korban kedua, Jaimun, baru dilaporkan meninggal pada Senin (6/4/2026).

Kedua korban itu berasal dari Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.