SURYA.co.id, Surabaya - Pertemuan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium, Sabtu (11/4/2026), akan berlangsung dengan kondisi pincang.
Total sembilan pemain dari kedua tim dipastikan absen, membuat duel klasik ini semakin penuh tekanan.
Persija Jakarta kehilangan dua bek utama, Jordi Amat dan Thales Lira. Jordi harus absen karena kartu merah yang diterimanya pada menit ke-48 melawan Bhayangkara FC, sementara Thales terkena akumulasi kartu kuning setelah mencatat kartu keempat pada menit ke-56.
Absennya dua pemain ini membuat lini belakang Persija harus dirombak. Mauricio Souza menegaskan timnya akan mencari solusi terbaik dengan memanfaatkan kedalaman skuad.
Di kubu Persebaya, badai cedera melanda lebih parah. Ernando Ari dan Bruno Moreira sudah absen saat melawan Persita dan belum bisa dipastikan tampil.
Baca juga: Daftar Pemain Persebaya Surabaya Cedera, Persija Siap Manfaatkan Momentum
Arief Catur dan Francisco Rivera juga belum pulih sepenuhnya setelah mengalami cedera pada laga kontra Persita. Kondisi mereka masih dipantau tim medis.
Situasi semakin sulit karena Gali Freitas, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba yang sempat dimainkan di menit akhir melawan Persita juga belum sepenuhnya pulih.
Pelatih Bernardo Tavares mengakui kondisi timnya tidak ideal. “Kami perlu melihat siapa yang kondisinya lebih baik. Banyak pemain datang dan tidak tahu apakah mereka bisa pulih atau tidak,” katanya.
“Beberapa pemain tidak dalam kondisi 100 persen. Jadi kami perlu menganalisis siapa saja pemain di tim dalam kondisi lebih baik,” tambahnya.
Badai cedera ini membuat Persebaya sempat bermain tanpa striker murni dalam empat laga terakhir. Tavares harus memutar strategi agar tim tetap kompetitif.
Absennya banyak pemain inti membuat laga ini semakin sulit diprediksi. Kedua tim sama-sama harus mengandalkan kedalaman skuad dan semangat kolektif.
Persija Jakarta juga menghadapi masalah di sektor penjaga gawang. Kiper anyar Cyrus Margono menjalani debut saat melawan Bhayangkara Lampung FC, namun laga perdananya berakhir pahit dengan kekalahan 2-3.
Dalam pertandingan itu, Cyrus harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali. Meski demikian, pelatih Mauricio Souza enggan menilai individu. “Saya perlu melihat kembali gol-gol yang terjadi untuk dievaluasi, saya tidak ingin menilai satu pemain secara individu,” ujarnya.
Souza menekankan pentingnya evaluasi diri bagi setiap pemain. “Mereka pemain profesional, harus bisa menilai diri sendiri dan melakukan autokritik, setelah saya melihat rekaman pertandingan, baru saya bisa melakukan analisis yang lebih mendalam,” katanya.
Ia juga menyoroti kartu merah Jordi Amat sebagai faktor utama kekalahan. “Bermain dengan kurang satu pemain adalah kerugian, saya yakin jika kami bermain dengan 11 pemain, hasilnya akan berbeda,” tegasnya.
Menurut Souza, strategi tim sebenarnya berjalan baik di awal laga. “Kami punya rencana untuk menyerang ruang kosong lawan, tapi itu hanya berjalan sekitar 10-15 menit, setelah itu situasi berubah,” ucapnya.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan strategi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan kualitas individu. “Saya menuntut pemain untuk tampil lebih baik secara individu, strategi tidak akan berjalan jika performa teknis pemain tidak maksimal,” katanya.
Souza menilai kekalahan dari Bhayangkara harus dijadikan pelajaran penting. Ia berharap pemain bisa lebih disiplin dalam menjaga konsentrasi sepanjang laga.
Kondisi ini membuat Persija harus bangkit di laga kontra Persebaya. Bermain di kandang sendiri, Macan Kemayoran dipastikan tampil all out demi menjaga peluang juara.
Persija memiliki rekor positif atas Persebaya, termasuk kemenangan 3-1 di Surabaya pada putaran pertama. Hal ini menjadi modal penting bagi mereka.
Namun, dengan kondisi kedua tim sama-sama pincang, laga klasik ini diprediksi berlangsung sengit dan penuh kejutan.