Pemkab Babar Bakal Manfaatkan dan Perbaiki Cagar Budaya Eks Sekolah Chung Hwa Jadi Lokasi Wisata
Ardhina Trisila Sakti April 08, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, berencana memanfaatkan bangunan cagar budaya eks Sekolah Tionghoa Chung Hwa di Mentok sebagai destinasi wisata. 

Bangunan Chung Hwa School berada di ujung lorong tiga Pasar Mentok, di tepi jalan menuju Kampung Tanjung, Kecamatan Mentok. Berdiri bangunan tua, dengan dinding menjulang dan jendela lebar.

Upaya ini dilakukan, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah agar lebih berkembang.

Ia mengatakan, setelah ditetapkan menjadi bangunan Cagar Budaya tingkat kabupaten pada 2023 lalu. Sudah seharusnya bangunan Eks Sekolah Chung Hwa tersebut dipelihara dan adanya rencana kedepan dilakukan pemanfaatan.

"Ada memang rencana kedepan pemanfaatan bangunan tersebut. Sampai saat ini bangunan tersebut belum menjadi inventaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata masih tercatat di BPKAD. Memang rencana kedepan harus dikelola dengan baik, karena itu kami membuat kajian ulang, supaya pemanfatan kedepan tidak sembarangan," kata Fachriansyah kepada Bangkapos.com, Rabu (8/4/2026) di tempat kerjanya.

Ia  juga mengatakan pihaknya, bakal mengkaji struktur bangunan, apakah perlu segera diperbaiki. 

"Tetapi secara kasat mata memang, selama ini bangunan itu kurang terpelihara. Tetapi semenjak tahun 2026 ini, alhamdulilah sudah tersedia anggaran tenaga kebersihan di situ. Menjadi tanggunjawab kami memlihara di kebersihanya, pemeliharan fisik, atau pun renovasi belum menjadi kewenagan kami," jelasnya.

Dia menyampaikan, cagar budaya dan pariwisata memiliki hubungan yang saling menguatkan, layaknya dua sisi mata uang.

Menurutnya, hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata di Bangka Barat, karena wisatawan akan tertarik berkunjung jika terdapat peninggalan sejarah.

"Semuanya bangunan cagar budaya harus kami pelihara dan lestarikan, ini salah satu daya tarik wisata yang kuat bagi Bangka Barat," katanya.

Dikatakannya, di Bangka Barat terdapat 33 cagar budaya yang meliputi bangunan, struktur, dan benda. 

Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat segera mengucurkan anggaran untuk pemeliharaan. Mengingat sejumlah cagar budaya dilaporkan memerlukan renovasi agar daya tariknya tetap terjaga serta aman bagi pengunjung.

"Sehingga pengunjung dapat melihat dan merasakan suasana kebatinan dulu ada sekolah Tionghoa di Mentok, berdiri megah dan kegiatan mengajar di zaman itu. Dengan suasana yang dapat diketahui oleh generasi sekarang dan akan datang. Kami wajib mengungkapan kembali sejarah yang pernah terjadi di situ," terangnya.

Fachriansyah, mengharapkan pada momen hari-hari besar masyarakat Tionghoa dapat merasakan dan mengunjungi, sejumlah tempat Cagar Budaya. Yang dirasakan memiliki memori atau cerita masa lalu mengenai saksi bisu perjalanan panjang warga Tionghoa di Mentok.

"Seperti momen Cheng Beng, banyak perantauan mungkin pernah sekolah di situ mereka ingin merasakan kembali suasana kebatinan mereka, pernah sekolah di situ. Sehingga hal itu perlu kita perbaiki pelan-pelan kedepannya," tutupnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.