SURYA.CO.ID - Pernyataan berbeda disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayan terkait pengadaan 21.801 motor untuk Kepala Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Purbaya menyebut pernah menolak usulan anggaran pengadaan komputer dan sepeda motor operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). tahun 2025.
Namun, Kepala BGN justru menyebut pengadaan yang dilakukan sesuai rencana anggaran tahun 2025.
“Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau enggak salah, tapi ditolak,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, untuk pengajuan anggaran tahun ini pihaknya belum mengetahui secara pasti dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
Baca juga: Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan dan PNS Bakal Molor? Menkeu Purbaya Belum Beri Kepastian
“Yang tahun ini saya enggak tahu, nanti saya akan cek lagi. Harusnya sama treatment-nya,” jelasnya.
Purbaya menegaskan, penolakan tersebut bukan berarti pengadaan tidak diperbolehkan, melainkan karena pemerintah ingin memastikan fokus utama program MBG tetap pada penyediaan makanan bagi masyarakat.
“Bukan enggak boleh, kita enggak tahu programnya seperti apa. Tapi kan harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnisnya kan sudah untung cukup,” tuturnya.
Ia kembali menegaskan bahwa pada pengajuan sebelumnya, pemerintah menilai pembelian komputer dalam jumlah besar serta sepeda motor belum menjadi prioritas utama.
“Tapi saya akan coba cek lagi. Tapi tahun lalu sempat kita enggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu,” kata Purbaya.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan sepeda motor memang masuk dalam perencanaan anggaran program MBG tahun 2025.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, Dadan memastikan kendaraan tersebut hingga kini belum didistribusikan karena masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” kata dia.
Akan tetapi, dia mengakui bahwa sepeda motor tersebut milik BGN sebagai bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.
Motor itu ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala SPPG.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," kata Dadan.
Dadan mengatakan, proses realisasi pengadaan motor itu dilakukan secara bertahap dimulai pada Desember 2025.
Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah demi memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seharga Rp 42 juta per unit.
Dadan menegaskan bahwa biaya yang dibayarkan BGN jauh berada di bawah harga pasar motor listrik yang dibeli.
"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran," ujar Dadan di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dadan menekankan, pembelian motor listrik ini memang sudah masuk ke dalam anggaran 2025. Dia menyebut, dari target pembelian 24.400 motor listrik, BGN hanya bisa merealisasikan 21.800 unit saja.
"Dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," ucapnya.
Sementara itu, Dadan menegaskan tidak akan ada lagi anggaran untuk pembelian motor listrik di tahun 2026. Dia mengatakan, motor listrik akan disalurkan ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di daerah sulit.
"Iya akan kita distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG, terutama untuk di daerah daerah yang sulit," imbuh Dadan.
Diketahui, isu sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi perbincangan warganet.
Isu ini muncul ke permukaan usai sebuah video yang memperlihatkan puluhan unit sepeda motor listrik berlogo BGN viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @NOVIR007 pada Senin (6/4/2026), dinarasikan bahwa terdapat 70.000 unit sepeda motor khusus untuk wilayah Jawa Barat.
Publik pun mempertanyakan terkait pengadaan serta peruntukan kendaraan tersebut bagi program MBG.