TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur, Oyan Kristian, mengungkapkan praktik penipuan dan penelantaran wisatawan oleh travel agent bodong masih sering terjadi di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Menurut Oyan, banyak travel agent yang menjual paket wisata dari luar daerah, misalnya Malang, tetapi tidak memiliki kantor atau tim pendamping di Labuan Bajo.
Akibatnya, wisatawan sering ditelantarkan saat tiba, mengalami penundaan keberangkatan, atau bahkan tidak ada yang menjemput, padahal pembayaran paket sudah lunas.
“Travel agent bodong kadang sulit dihubungi, nomor telepon tidak aktif, sehingga wisatawan merasa dirugikan,” jelasnya saat diwawancara TribunFlores.com, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Di Labuan Bajo, Manggarai Barat Semua Orang Bisa Jualan Paket Tour Tanpa Ada Kontrol
Oyan menekankan dua hal penting untuk mencegah masalah tersebut. Pertama, wisatawan harus memastikan legalitas dan reputasi travel agent yang digunakan, seperti melakukan pengecekan review, status usaha, serta melakukan pembayaran ke rekening perusahaan resmi, bukan rekening pribadi.
Kedua, travel agent harus memiliki izin resmi dan bergabung dengan asosiasi resmi seperti ASITA agar ada mekanisme kontrol dan pertanggungjawaban jika terjadi pelanggaran.
“Kalau travel agent tergabung di asosiasi, lebih mudah untuk menelusuri dan mengontrol kualitas layanan. Travel agent yang tidak resmi sulit ditangani bila terjadi masalah,” ujar Oyan.
DPD ASITA NTT mendorong pemerintah membuat regulasi yang mewajibkan semua travel agent resmi tergabung dalam asosiasi sebagai bentuk kontrol, sekaligus mendorong wisatawan lebih cermat dalam memilih penyedia jasa wisata.
“Dua hal ini harus diperhatikan: dari sisi wisatawan dan regulasi. Wisatawan harus cek legalitas dan asosiasi travel agent, sementara regulasi harus memastikan semua operator resmi terkontrol,” pungkas Oyan.
Untuk diketahui, Labuan Bajo merupakan sebuah kota pelabuhan dan destinasi wisata utama di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kota ini terkenal sebagai pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo, rumah bagi komodo, satwa purba yang menjadi ikon dunia.
Selain itu, Labuan Bajo berkembang sebagai sentra pariwisata bahari dengan banyak hotel, restoran dan penyedia jasa wisata untuk paket tur pulau, snorkeling, diving serta wisata alam di sekitarnya.
Lokasinya yang strategis membuat kota ini juga menjadi hub transportasi laut dan udara di kawasan Flores. (Moa)