Banjir Lahar Semeru Terjang Truk dan Ekskavator saat Nambang Pasir di Sungai Regoyo
Titis Jati Permata April 08, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, LUMAJANG - Banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang Sungai Regoyo di Candipuro, Rabu (8/4/2026), hingga menyeret satu truk dan membuat ekskavator terjebak di tengah aliran.

Insiden terjadi saat aktivitas penambangan pasir berlangsung dan sempat direkam warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, dan beredar melalui status WhatsApp.

Detik-detik Truk Diterjang Lahar Dingin Semeru

Dalam video berdurasi 20 detik itu memperlihatkan truk diterjang lahar Semeru dalam keadaan baknya diangkat diatas di tengah aliran Sungai Regoyo.

Baca juga: Banjir Lahar Semeru, Musala di Lumajang Ambles Usai Tanggul Jebol 

Sementara , pintu truk di bagian sopir dalam kondisi terbuka dan sopirnya meninggalkan kendaraan ketika banjir lahar tersebut berlangsung.

Begitu juga rekaman ekskavator, dalam video berdurasi 29 detik itu juga nampak miring bodynya di tengah terjangan lahar gunung berapi saat menambang di sungai Regoyo.

Sopir Truk Sempat Diingatkan Warga

Erik, warga desa setempat mengatakan, insiden itu ketika truk sedang mengisi pasir ke kabin.

Katanya, mendadak terjadi banjir lahar hujan dari Gunung Semeru.

Saat itu, kata dia, warga dan para penambang lain sudah memperingatkan sopir truk agar membawa kendaraan segera menepi.

"Belum sampai truk meninggalkan area sungai, banjir lahar sudah lebih dulu menerjang dan truk terseret. Sopir sudah diberi peringatan tetap di sungai," ujarnya.

Nasib Sopir Truk yang Terseret Banjir Lahar

Menurutnya, pemilik kendaraan besar itu belum diketahui hingga saat ini, namun yang jelas sopir truk selamat atas insiden banjir lahar tersebut.

"Kalau yang bawa truknya gak tahu namanya, tapi tadi sudah keluar sungai sebelum banjirnya sampai," tambahnya.

Sementara, ekskavator milik penambang yang terjebak di Sungai Regoyo tidak sampai terseret.Namun, sebagian badan ekskavator sudah terendam aliran banjir lahar.

Risiko saat Hujan Deras

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, lokasi tersebut cukup risiko terjadi banjir lahar hujan sangat tinggi.

"Cuaca di sekitar lereng Gunung Semeru saat ini terpantau mendung dan hujan ringan. Sehingga yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar," tanggapnya melalui sambungan telepon.

Yudhi menjelaskan beberapa aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru yang perlu diwaspadai akan dilintasi banjir lahar

Di antaranya aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

"Warga yang ada di sekitar aliran DAS Semeru harap waspada, banjir lahar ini bahaya," urainya.

Imbau Warga Selalu Waspada

Dia mengimbau warga yang tinggal di empat aliran tersebut untuk waspada, dengan menjaga jarak aman sejauh 500 meter dari bibir sungai. Mengingat, terjangan banjir lahar bisa terjadi kapan saja.

"Bagi penambang, kami minta patuhi rekomendasi dari pos pantau, mari saling jaga satu sama lain agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tutur Yudhi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.