TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Harga berbagai jenis plastik di Kota Padang, Sumatera Barat, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan, untuk jenis tertentu, kenaikannya mencapai hampir dua kali lipat dari harga normal.
Salah seorang pedagang plastik di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Melza, mengatakan lonjakan harga sudah terjadi sejak sekitar tiga minggu terakhir secara bertahap.
“Sudah sekitar tiga minggu ini naiknya. Kenaikannya juga berbeda-beda, tergantung jenis dan bentuk plastik,” ujar Melza saat ditemui, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan paling mencolok terjadi pada plastik jenis PE yang biasa digunakan untuk membungkus minyak atau gula curah.
Baca juga: Daya Beli Lesu Dampak Harga Plastik Naik di Padang, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok
Untuk ukuran seperempat kilogram, harga naik dari Rp8 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram.
Sementara ukuran satu kilogram melonjak dari Rp27 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Tak hanya itu, kantong kresek juga mengalami kenaikan. Kresek bening yang sebelumnya dijual Rp 6 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp10 ribu.
Baca juga: Harga Plastik di Padang Meroket Nyaris 100 Persen, Plastik Gula dari Rp28 Ribu Jadi Rp50 Ribu Sekilo
Sedangkan kresek berwarna atau hitam naik dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
“Rata-rata kenaikan plastik bungkus atau kresek itu sekitar Rp2 ribu sampai Rp5 ribu,” katanya.
Kenaikan juga terjadi pada kemasan makanan berbahan plastik. Untuk ukuran 500 mililiter ke atas, harga naik dari Rp23 ribu menjadi Rp33 ribu per 50 buah.
Sementara ukuran 200 hingga 300 mililiter naik dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per 50 buah.
Selain plastik, kertas pembungkus nasi juga ikut terdampak. Harga yang sebelumnya Rp28 ribu per 250 lembar kini naik menjadi Rp38 ribu.
Melza menilai, kenaikan harga ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku akibat situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi.
“Karena imbas perang dan penutupan Selat Hormuz, pasokan bahan baku terganggu, jadi harga plastik ikut naik,” ujarnya.
Ia mengaku, kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada penjualan yang kini cenderung menurun.
“Penjualan jadi lesu. Pembeli sekarang lebih sedikit dan belinya juga dalam jumlah kecil karena harganya mahal,” katanya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Rachmad. Ia mengatakan kenaikan harga tidak bisa dihindari karena harga bahan baku terus meningkat.
Menurutnya, gangguan distribusi bahan baku seperti naphta, yang merupakan komponen utama pembuatan plastik, menjadi salah satu penyebab utama.
“Pasokan bahan baku sempat terganggu, sehingga harga minyak naik dan berdampak ke harga plastik,” jelasnya.
Baca juga: Harga Plastik di Padang Naik Ugal-ugalan, Pedagang Minuman Terpaksa Jual Lebih Mahal
Rachmad menambahkan, sejak awal Maret 2026 sudah terjadi pembatasan pembelian bahan baku, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga secara bertahap.
Ia juga menyebut tingginya permintaan, terutama menjelang dan setelah Lebaran, turut memicu lonjakan harga.
“Awalnya kenaikan hanya sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu, tapi beberapa hari terakhir sudah mencapai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” katanya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku, agar lonjakan harga plastik tidak semakin memberatkan pedagang maupun masyarakat.(*)