Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Keluarga siswa SMPN 2 Sumberlawang yang tewas di kamar mandi sekolah tersebut masih menanti kejelasan kasus yang merenggut nyawa anak mereka.
Hingga kini, pihak kepolisian disebut belum menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara keluarga berharap kasus ini diusut tuntas secara hukum.
Korban diketahui berinisial WAP (16), siswa kelas VIII SMPN 2 Sumberlawang, yang diduga meninggal dunia setelah terlibat perkelahian di kamar mandi sekolah.
Hingga saat ini, ayah korban, Maryono (43), mengaku belum ada pihak yang datang ke rumah duka untuk memberikan penjelasan.
"Polisi belum menyampaikan hasil olah TKP, dan selama ini dari pihak tersangka belum ada yang datang ke sini dan kami berharap ini bisa diproses secara hukum," ujar Maryono, kepada TribunSolo.com, Rabu (8/4/2026).
Maryono mengaku menerima kabar duka secara mendadak dan tanpa penjelasan rinci.
Baca juga: Tewas di Kamar Mandi Sekolah, Luka di Wajah Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen Bikin Keluarga Curiga!
Ia baru mengetahui kondisi anaknya setelah diajak ke fasilitas kesehatan oleh saudaranya.
"Pertama kali saya dapat kabar dari saudara, namun saudara gak detail, saat itu saudara mengajak langsung ke puskemas, baru setelah sampai puskesmas, ditemani guru diantar ke RSUD Sragen dan melihat anak saya meninggal dunia," katanya.
Setibanya di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Maryono mendapati anaknya sudah berada di kamar jenazah.
Baca juga: Detik-detik Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen Tewas di Sekolah, Terjadi Jelang Jam Istirahat
Di momen itu pula, ia melihat adanya luka di bagian wajah korban.
"Saat itu sudah melihat korban sudah keadaan meninggal dunia, saya melihat ada luka di dahi dan bibir bawah anak saya," ungkapnya.
Selain menyoroti luka di wajah korban, keluarga juga menyayangkan belum adanya penjelasan resmi dari pihak kepolisian maupun itikad dari pihak terduga pelaku.