TRIBUNJAMBI.COM - Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi, menyelaraskan kebijakan, serta merumuskan langkah konkret percepatan pembangunan keluarga di Provinsi Jambi.
Bertempat di Gedung pola kantor gubernur jambi, Rakorda dihadiri Gubernur Dr.Al Haris, kepala BKKBN jambi Drs.Putut Riyatno,M.Kes., Rabu (8/4/26).
Terlihat hadir staf ahli gubermur, kepala OPD provinsi jambi, Kejaksaan, Polda jambi, Korem 042, Jasa raharja, Universitas jambi, UIN STS, UNBARI, organisasi Profesi dan Undangan lainnya.
Kepala bkkbn jambi Drs.Putut Riyatno,M.Kes menyatakan bahwa kegiatan Ini Mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” .
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan program antar instansi, memperkuat komitmen pemangku kepentingan, mengevaluasi capaian dan tantangan pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN, serta merumuskan rencana tindak lanjut yang terintegrasi dan berkelanjutan.
"Pelaksanaan Rakorda ini tentunya diharapkan dapat menjadi momentum penguatan sinergi dalam rangka mempercepat transformasi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di Jambi", ujarnya
Pada kesempatan ini, Menteri Kemendukbangga/ BKKBN diwakili inspektur Utama Dr Ucok Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ., CGCAE melalui Zoom menjelaskan tentang sinergi bkkbn dalam mensukseskan program pemerintah pusat.
" Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah) BKKBN 2026 merupakan forum strategis tahunan untuk menyelaraskan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Fokus utama tahun 2026 adalah percepatan penurunan stunting, integrasi data kependudukan.", ungkap Damenta
Baca juga: Presiden Prabowo Ungkap Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Antrean Dipangkas Jadi 26 Tahun
Sementara itu, Gubernur jambi Dr.Al Haris mengapresiasi kinerja BKKBN jambi, dapat mensinergikan program pusat dan daerah.
Saat ini hampir 70 persen penduduk jambi berusia 15 - 24 tahun, memiliki potensi yang besar dalam peumbangunan masa depan, guna menghadapi bonus demografi 2045.
"Adanya bonus demografi kependudukan ini maka pemerintah membutuhkan strategi dalam peningkatan kualitas SDM dan tantangan lain juga meliputi distribusi penduduk, urbanisasi cepat serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan (stunting)."kata Gubernur