SURYA.co.id, Surabaya - Panitia pelaksana Persija Jakarta menyiapkan 60 ribu tiket untuk laga klasik melawan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026).
Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, menyebut jumlah tiket tersebut hasil diskusi dengan PP The Jakmania.
“Kami sudah mengajukan izin kepada pihak kepolisian sekitar 60 ribu tiket. Itu sudah termasuk dengan tiket-tiket komplimen,” ujarnya dikutip dari BolaSport.
Proses penjualan tiket sudah dimulai secara online. Khusus untuk pemegang KTA The Jakmania, tiket baru akan dibagikan pada Kamis (9/4/2026).
Jika seluruh tiket terjual, Persija berpeluang memecahkan rekor jumlah penonton. Rekor sebelumnya terjadi saat menjamu Arema FC, 8 Februari 2026, dengan 56.898 penonton.
Baca juga: Persebaya Surabaya Berpotensi Lepas Bruno Moreira, Bonek Tunggu Kepastian
Meski Persija kalah 0-2 dari Arema dalam laga tersebut, The Jakmania tetap tertib dan tidak menimbulkan kerusuhan. Hal ini menjadi bukti loyalitas suporter terhadap tim kesayangan.
Ferry berharap penjualan tiket kali ini juga bisa mencetak sejarah baru. “Ya mudah-mudahan kalau misalnya terjual semua akan ada rekor baru,” katanya.
Ia menyadari performa Persija dalam tiga laga terakhir tidak memuaskan. Rizky Ridho dkk hanya meraih dua hasil imbang melawan Borneo FC dan Dewa United, serta kalah dari Bhayangkara FC.
Namun, komunikasi dengan The Jakmania menunjukkan antusiasme tetap tinggi. “Kemarin memang kami sama-sama kecewa ketika kalah di Lampung, tapi saat komunikasi dengan The Jakmania mereka bilang masih tetap antusias soalnya lawannya Persebaya,” jelas Ferry.
Karena itu, panpel tetap optimistis dengan target penjualan 60 ribu tiket. Laga klasik melawan Persebaya dianggap sebagai magnet besar bagi suporter.
Baca juga: Duel Klasik Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, Sama-Sama Pincang
Ferry memastikan tribun atas SUGBK akan dibuka untuk pertandingan nanti. Namun, ada pembatasan di bagian barat tribun atas tepat di atas VVIP.
“Untuk tribun atas tidak full, hanya 20 ribu penonton saja,” tutup Ferry.
Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penonton. Panpel ingin memastikan seluruh suporter bisa menikmati pertandingan dengan tertib.
Selain itu, panpel juga menyiapkan sistem pengamanan berlapis bekerja sama dengan pihak kepolisian. Hal ini penting mengingat jumlah penonton yang diperkirakan sangat besar.
Antusiasme The Jakmania menjadi modal penting bagi Persija. Dukungan penuh di stadion diharapkan bisa memberi energi tambahan bagi tim yang sedang berjuang bangkit.
Meski performa tim belum konsisten, laga melawan Persebaya selalu menghadirkan atmosfer berbeda. Rivalitas panjang membuat pertandingan ini selalu dinanti.
Panpel berharap momentum ini bisa menjadi titik balik bagi Persija. Dukungan suporter diharapkan mampu mengangkat motivasi pemain di lapangan.
Dengan persiapan matang, panpel optimistis laga klasik ini akan berjalan lancar. Semua pihak diminta menjaga sportivitas demi citra positif sepak bola Indonesia.