SURYA.co.id, SURABAYA - Sejumlah pengembang siap menjadi mitra dalam merealisasikan program pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) modern di Kota Surabaya.
Rusunami yang dibangun mirip apartemen itu rencananya akan dibangun paling cepat 2027.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Krestian menyebutkan, saat ini sudah ada beberapa pengembang yang siap mendukung program hunian vertikal terjangkau tersebut.
"Ada beberapa pengembang sudah menyatakan minat untuk support prgram Pemkot Surabaya. Membangun Rusunami," kata Iman kepada surya.co.id, tanpa merinci pengembang yang dimaksud, Rabu (8/4/2026).
Pemkot Surabaya telah merencanakan untuk membangun Rusunami modern persis apartemen.
Rusunami ini direncanakan akan mulai dibangun paling cepat awal 2027.
Saat ini program untuk memenuhi kebutuhan dasar akan hunian terjangkau tersebut tengah berproses.
Harga di kisaran mulai Rp 125 juta dengan fasilitas dua kamar.
Sasaran utamanya atau segmen pasarnya adalah para generasi Z dan pasangan muda yang belum menikah.
Usia ini dinilai tepat karena bisa dengan skema pembiayaan sampai 25 tahun.
Pemkot yang menyediakan lahan dengan memanfaatkan aset. Kementerian pusat mendukung fiskal dan regulasi. Sementara pengembang menjadi mitra konstruksi dan sistem pengelolaan.
Iman menyampaikan nantinya akan ada skema subsidi silang.
Dimana pengembang selain membantu penyediaan hunian yg terjangkau juga bisa mengelola area komersial dalam kawasan.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas segera dibangunnya Rusunami ada di Ngagel. Sebab berada di Surabaya pusat. Ada dua lokasi lain yang masuk rencana pembangunan Rusunami. Yakni Sememi dan Tambak Wedi.
"Di Ngagel itu aset Pemkot. Bekas lahan PTPN yang sudah dikosongkan. Tinggal menunggu properti keluar dari site, semua sudah siap," terang Iman.
Hunian vertikal dan modern di Surabaya itu diupayakan terbangun dengan harga terjangkau.
Menggunakan skema HGB di atas HPL (Hak Guna Bangunan di atas Hak Pengelolaan Lahan).
Harga mulai Rp 125 juta hingga di bawah Rp 500 juta. Harga itu bisa dilakukan dengan sistem cicilan hingga di atas 20 tahun.
Bunganya juga ringan sekitar 5 persen. "Estimasi untuk pembiayaan cicilannya bisa Rp 1 jutaan," jelas Iman.
Nilai cicilan itu sangat terjangkau karena seperti nyicil motor.
Nantinya apartemen Rusunami itu akan dibangun tower hingga ratusan unit.
Per unit terdiri dua kamar lengkap dengan dapur dan ruang tamu.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendukung program apartemen Rusunami.
Hunian vertikal memang menjadi solusi di tengah keterbatasan lahan di kota-kota besar seperti Surabaya.
"Ini bukan semata-mata soal pemenuhan hunian. Tetapi juga bicara tentang pengendalian ruang agar perluasan kota terkendali. Menjaga daerah resapan air dan ruang terbuka hijau," respons Eri.