Investigasi KNVB Selesai, Dean James dan Go Ahead Eagles Terbebas dari Hukuman
Arif Tio Buqi Abdulah April 08, 2026 07:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - "Jaksa indenpenden untuk sepak bola profesional KNVB telah menyelesaikan penyelidikan terhadap kelayakan pemain Go Ahead Eagles, Dean James," bunyi pernyataan terbaru dari KNVB soal kasus paspoorgate atau polemik paspor bek Timnas Indonesia, Dean James pada Rabu (8/4/2026).

"Bukanlah wewenang jaksa untuk menentukan kewarganegaraan seseorang. Namun demikian, berdasarkan semua informasi yang diterima dari IND, antara lain, dapat dipastikan bahwa pemain tersebut secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belandanya setelah mempereoleh kewarganegaraan Indonesia pada 25 Maret 2025, sehingga ia tidak memenuhi syarat untuk bermain sejak Maret 2025 sesuai dengan peraturan yang berlaku."

"Jaksa penuntut untuk sepak bola profesional telah memutuskan untuk tidak mengambil tindakan disiplin. Hal ini disebabkan karena baik pemain maupun klub tidak menyadari konsekuensi otomatis dari memperoleh kewarganegaraan selain Belanda."

"Lebih lanjut, telah terbukti bahwa konsekuensi dari memperoleh kewarganegaraan lain lebih banyak belum diketahui di kalangan sepak bola profesional."

"Mulai sekarang, Jaksa Penuntut Umum untuk sepak bola profesional berasumsi bahwa klub dan pemain sudah memahami aturan mengenai perolehan kewarganegaraan selain Belanda," tutup keterangan KNVB.

Masalahnya berakar pada pertandingan Go Ahead Eagles melawan NAC Breda. Di laga itu Dean James bermain selama 75 menit.

Tidak lama setelah pertandingan, podcast De Derde Helft mengungkapkan bahwa bek Timnas Indonesia itu tidak memiliki izin kerja setelah memutuskan pindah kewarganegaraan menjadi WNI.

Oleh karena itu, NAC Breda menindaklanjuti masalah ini, disusul dengan kekalahan telak yang dialami tim tersebut dari Go Ahead Eagles dengan skor 6-0.

Berdasarkan keputusan KNVB di atas, Dean James dan Go Ahead Eagles tidak akan mendapatkan hukuman.

"Berdasarkan temuan penyelidikan, jaksa telah memutuskan untuk tidak mengambil tindakan disipliner terhadap Dean James dan Go Ahead Eagles setelah pertandingan Go Ahead Eagles - NAC Breda karena sejumlah alasan," tulis Go Ahead Eagles dalam unggahan Instagram mereka.

Namun, belum diketahui pasti kapan ia akan kembali merumput di lapangan. Yang jelas, Dean James harus memiliki izin kerja terlebih dahulu agar dapat dimainkan.

Dan itu yang harus dilakukan oleh klub. Sama halnya saat Ajax memboyong Maarten Paes pada pertengahan musim ini.

Soal pengulangan laga yang dikehendaki oleh NAC Breda karena masalah ini juga tidak akan terjadi.

Tapi NAC Breda menyatakan bahwa kasus ini belum sepenuhnya selesai. Pengajuan banding adalah salah satu opsi yang tersedia. 

Menurut Voetbal Internasional (VI), NAC saat ini sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya. Diskusi dengan pengacara klub saat ini soal paspoorgate Dean James dan dampak ke hasil pertandingan sedang berlangsung.

Bagi NAC, keberhasilan mereka dalam upaya ini akan sangat berarti dalam persaingan degradasi dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie.

Tapi di sisi lain, fakta yang dapat diterima saat ini adalah pengetahuan yang penting. Inti masalahnya adalah status administratif dan dapat memainkan peran penting dalam potensi transfer pada musim panas mendatang.

Status non-Uni Eropa

Dean James kehilangan paspor Belandanya karena pindah kewarganegaraan Indonesia, dan ia dianggap sebagai pemain non-Uni Eropa.

Hal ini bisa berdampak langsung pada potensi transfer. Dalam hal ini, klub-klub di Eredivisie dan liga-liga di Eropa lainnya harus mematuhi aturan yang lebih ketat, termasuk gaji minimum yang lebih tinggi dan persyaratan izin kerja tambahan, menurut Football Transfer.

Pemain dari luar Uni Eropa harus mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi di Eredivisie, sekitar 600.000 sampa 608.000 Euro pendapatan bersih pertahun.

Jumlah itu setara dengan 1,5 kali gaji rata-rata di liga tersebut. Klub harus membayar jumlah ini hanya untuk dapat memperoleh izin kerja bagi pemain tersebut.

Bagi banyak klub, hal ini merupakan hambatan serius karena faktor finansial masing-masing klub berbeda, dan tidak semuanya dapat mengeluarkan biaya lebih untuk pemain non-Uni Eropa.

Dulu, Dean James pemain yang relatih mudah didapatkan, tetapi sekarang ia sulit karena statusnya sebagai pemain non-Uni Eropa sehingga berdampak pada harga minimal dan masalah administrasi yang harus dipenuhi klub peminatnya.

Terutama bagi klub-klub papan tengah dan klub dengan anggaran terbatas, hal ini dapat menjadi penentu antara transfer atau tidak transfer sama sekali.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.