TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Stok beras di Bulog Cabang Tulungagung saat ini mencapai 45.000 ton. Jumlah tersebut meningkat signifikan seiring tingginya penyerapan gabah dari petani di wilayah kerja.
Stok melimpah ini dipastikan mampu mencukupi kebutuhan di sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Blitar, hingga Kota Blitar.
Melimpahnya stok membuat Bulog harus menyiasati keterbatasan kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang milik swasta.
“Di Kabupaten Tulungagung saja kami sudah sewa 6 gudang swasta. Belum lagi yang di wilayah lain,” ujar Pimpinan Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, Rabu (8/4/2026).
Target Serapan Capai 64.000 Ton
Baca juga: Penjelasan Pemkot Kediri Soal Mangkraknya Proyek Alun-alun RTH, Sekda Janjikan Prioritas Dilanjutkan
Bulog Cabang Tulungagung tahun ini mendapat target penyerapan gabah petani sebesar 64.000 ton setara beras. Hingga Selasa (7/4/2026), realisasi penyerapan telah mencapai 41.000 ton gabah kering panen atau setara sekitar 20.000 ton beras.
Khusus wilayah Tulungagung, serapan mencapai 20.000 ton gabah kering panen atau setara sekitar 20.000 ton beras.
“Serapan gabah petani saat ini sekitar 30 persen dari target. Angkanya cukup tinggi karena awal tahun sudah ada panen,” sambung Yonas.
Bulog memprediksi panen raya akan terjadi pada April hingga Mei 2026. Pada periode tersebut, penyerapan gabah diperkirakan melonjak hingga 70–80 persen dari target.
Untuk mengantisipasi lonjakan produksi, Bulog telah menyiapkan tambahan gudang baru.
“Sudah ada sejumlah gudang yang akan kami survei. Kami akan fungsikan jika stok melimpah,” tegasnya.
Saat ini Bulog Tulungagung memiliki dua kompleks pergudangan utama, yakni di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, dan Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut. Sementara gudang swasta yang disewa memiliki kapasitas beragam, mulai dari 800 ton hingga 4.000 ton.
Produksi padi tahun ini juga diprediksi meningkat seiring kenaikan rendemen dari 52 persen menjadi 53 persen.
Dengan stok yang melimpah, Bulog memastikan ketahanan pangan tetap terjaga meski ada ancaman El Nino.
“Stok kita aman menghadapi elnino, tidak perlu khawatir. Kita akan suplai untuk pemerataan stok ke daerah lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yonas menyebut penyerapan gabah ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Saat ini kebutuhan beras di Tulungagung sekitar 1.400 ton per bulan. Sementara kebutuhan bantuan pangan di seluruh wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung mencapai sekitar 9.000 ton untuk dua bulan.
(tribunmataraman.com)