DPRD DKI Jakarta Evaluasi Jakpro, Tekankan Pendapatan Berkelanjutan dari Aset Strategis
Satrio Sarwo Trengginas April 08, 2026 08:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya optimalisasi aset dan penguatan pendapatan berulang (recurring income) PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Hal itu disampaikan dalam agenda penjelasan hasil Diagnostic Performance Review sebagai langkah strategis untuk memastikan kinerja BUMD tersebut lebih berkelanjutan.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan, Jakpro perlu kembali fokus pada model bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan berulang.

“Sebab Jakpro selama ini basicnya penugasan yang banyak di sana,” kata Nova, Selasa (7/4/2026).

Menurut dia, ke depan sumber pendapatan yang bersifat pasti dan berkelanjutan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan usaha perusahaan.

“Itu yang kita dorong. Pengelolaan aset ini bisa menjadikan hasil yang maksimal,” lanjutnya.

Nova juga menyinggung adanya sejumlah penugasan di luar bisnis inti (core business) Jakpro yang dinilai perlu dievaluasi agar tidak membebani perusahaan.

“Di luar dari core business-nya, tidak boleh ada lagi,” tegasnya.

Komisi B pun meminta Jakpro fokus pada pengelolaan aset strategis yang dimiliki, seperti Jakarta International Stadium (JIS), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Velodrome.

Dengan pengelolaan yang optimal, aset-aset tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan perusahaan.

“Fokus saja dengan beban yang ada sekarang,” ungkap Nova.

Selain itu, ia juga menyoroti besarnya beban depresiasi aset yang mencapai ratusan miliar rupiah dan dinilai perlu diimbangi dengan arus kas yang sehat.

“Tadi disampaikan sudah depresiasi aset hampir dengan Rp700 miliaran. Kurang lebih sampai seperti itu,” jelasnya.

Untuk itu, penguatan pengelolaan keuangan serta alur kas perusahaan menjadi hal yang penting guna mendukung keberlanjutan usaha Jakpro.

Melalui evaluasi ini, Komisi B berharap Jakpro dapat lebih fokus pada penguatan bisnis inti, optimalisasi aset, serta peningkatan pendapatan berkelanjutan.

“Buku catatan kas atau alur keuangan Jakpro harus benar-benar kita lihat lagi, istilahnya recurring income-nya ini jalan,” tukasnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Audit Kinerja BUMD Jakarta, DPRD Dorong Jakpro hingga Dharma Jaya Bertransformasi
  • Baca juga: Setelah PAM JAYA, Giliran Perumda Pasar Jaya Mau Ubah Status Badan Hukum Jadi Perseroda 
  • Baca juga: SOSOK Raditya Endra Budiman, Eks Lawyer yang Kini Jadi Dirut Perumda Dharma Jaya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.