Rekam Jejak Hercules yang Debat dengan Menteri PKP Maruarar Sirait karena Lahan Dikuasai Ormas
Putra Dewangga Candra Seta April 08, 2026 11:32 PM

 

SURYA.co.id – Sosok Rosario de Marshall alias Hercules kembali menjadi sorotan publik.

Ketua Umum GRIB Jaya itu terlibat perdebatan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Perdebatan tersebut terjadi terkait pemanfaatan lahan kosong milik negara di kawasan Tanah Abang, Senin (6/4/2026).

Lahan itu selama ini disebut berada dalam penguasaan organisasi masyarakat (ormas), termasuk GRIB Jaya yang dipimpin Hercules.

Pemerintah berencana menggunakan lahan tersebut untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam perdebatan tersebut, Hercules menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengklaim kepemilikan atas lahan negara tersebut.

HERCULES MINTA MAAF - Hercules meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (19/1/2023).
HERCULES MINTA MAAF - Hercules meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (19/1/2023). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Ia menyebut status pengelolaan yang dijalankan ormasnya hanya sebatas Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

"HPL itu untuk mengelola lahan, tapi bukan untuk memiliki. Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan," tegas Hercules, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas rencana pemerintah yang ingin memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan publik.

Lahan untuk Rumah Rakyat, Bukan Pengembang

Di sisi lain, Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah memiliki tujuan jelas dalam penggunaan lahan tersebut, yakni untuk pembangunan hunian rakyat, bukan kepentingan bisnis.

"Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya," kata Maruarar kepada Hercules, dikutip dari akun Instagram @maruararsirait.

Rekam Jejak Hercules, Figur Kuat di Balik GRIB Jaya

Hercules dikenal sebagai tokoh ormas yang memiliki pengaruh besar, khususnya di Jakarta. Ia memimpin Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, organisasi yang kerap dikaitkan dengan pengelolaan sejumlah lahan strategis.

Dalam berbagai kesempatan, Hercules sering menegaskan posisinya sebagai pihak yang membantu menjaga dan mengelola lahan, bukan mengambil alih kepemilikan.

Kasus di Tanah Abang kembali mengangkat namanya ke ruang publik, terutama terkait relasi antara ormas dan pengelolaan aset negara.

Inilah sosok Hercules ketua ormas GRIB Jaya, selengkapnya. 

Rosario de Marshall atau yang dikenal dengan sapaan Hercules merupakan mantan gangster broker politik Indonesia yang berasal dari Timor Timur (sekarang Timor Leste).

Hercules pernah bekerja sebagai tenaga bantuan untuk operasi militer TNI. 

Menurut informasi, Hercules pernah menjadi preman di Tanah Abang, Jakarta. 

Kemudian ia pensiun jadi preman dan terjun ke dunia bisnis. 

Ia abses dari dunia preman setelah divonis 8 bulan atas kasus penguasaan lahan pada Maret 2019 lalu. 

Sebelumya ia juga pernah tunjuk menjadi ketua PD Pasar Jaya selaku salah satu BUMD milik Pemprov DKI, menjadi tenaga ahli.

1. Pebinsis Ikan 

Setelah bebas dari vonis, Hercules memulai peruntungan di dunia bisnis. 

Di antara bisnis yang dia jalani adalah bisnis perikanan di Muara Baru, Jakarta Utara.  

Meski sudah pensiun dari preman dan menjadi pebisnis ikan, Hercules juga menjelma menjadi sosok yang disegani oleh banyak orang. 

2. Ketua Umum Ormas GRIB Jaya 

Hingga akhirnya kini, Hercules menjabat sebagai Ketua Umum ormas GRIB Jaya. 

Saat menjadi preman, sosok Hercules disegani hingga dijuluki preman tak takut mati karena berbagai pengalamannya yang mengerikan. 

Dikutip dari Kompas.com, dalam acara Kick Andy tahun 2007, Hercules mengaku pernah dibacok sebanyak 16 kali. Meski begitu, ia tetap selamat. 

Separuh dari tangan kanan Hercules, yakni dari bagian siku ke bawah, menggunakan tangan palsu.  

Bukan hanya tangannya yang palsu, satu dari dua bola matanya juga buatan. 

Hal itu lantaran ia pernah ditembak di bagian mata dan pelurunya nyaris tembus ke bagian belakang kepalanya. 

3. Rekam Jejak Kontroversi 

Hercules sempat disorot setelah berani mengultimatum Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Diketahui ultimatum yang dilayangkan Hercules ini berawal dari ormas GRIB Jaya Jabar tersinggung dengan ucapan Dedi Mulyadi soal pembentukan Satgas Antipremanisme. 

Pihak GRIB Jaya menilai kebijakan Dedi Mulyadi yang akan membentuk Satgas Antipremanisme dianggap tendensius terhadap ormas. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.