Dipicu Rebutan Layangan Putus, Puluhan Remaja di Semarang Utara Terlibat Tawuran Brutal
Rustam Aji April 09, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Aksi tawuran brutal melibatkan puluhan remaja pecah di Jalan Boom Lama, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (8/4/2026) sore.

Mirisnya, bentrokan yang terjadi di tengah jalan raya aktif ini dipicu oleh persoalan sepele, yakni rebutan layangan putus.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana mencekam saat kelompok remaja yang diperkirakan berusia SD hingga SMP saling serang menggunakan senjata kayu panjang, ranting pohon, hingga batu bata.

Sejumlah pelaku bahkan menggunakan sarung yang dililit menyerupai cambuk untuk menyerang lawan.

Kericuhan ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas.

Pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa melambat hingga berhenti total karena badan jalan dipenuhi remaja yang saling kejar dan menutup wajah mereka menggunakan kain.

Puji (35), seorang warga sekaligus pedagang di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa fenomena ini kerap terjadi seiring dengan musim layangan. Ia menyebut massa yang terlibat mencapai lebih dari 20 orang.

Baca juga: Jateng Punya Pabrik Mobil Listrik di Magelang, Bakal Diresmikan Presiden Prabowo Besok

“Ya biasa kalau musim layangan memang sukanya tawuran begitu. Kalau sore, masih anak-anak bawa kayu panjang-panjang. Pemicunya ya rebutan layangan putus yang jatuh, terus saling tantang,” ujar Puji kepada Tribunjateng.com.

Puji mengaku sangat resah lantaran aksi tersebut berlangsung tepat di depan rumah dan tempat usahanya.

Polisi Turun Tangan

Karena para pelaku tak kunjung membubarkan diri meski telah memasuki waktu menjelang malam, ia akhirnya nekat menyiramkan air ke arah kerumunan massa.

“Tadi mulai sekitar jam 4 sore, baru selesai pas azan Magrib. Saya siram pakai air baru mereka pada kabur,” tambahnya.

Merespons kejadian yang meresahkan warga dan pengguna jalan tersebut, Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi.

“Anggota sudah saya perintahkan untuk melakukan penyelidikan (lidik) ke tempat kejadian perkara (TKP),” tegas Kompol Heri Sumiarso.

Baca juga: Peran Mojtaba Khamenei di Balik Detik-detik Menentukan Gencatan Senjata AS-Iran

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.