PSBS Biak Suram di Dasar Klasemen Super League, 9 Laga Tanpa Menang, Degradasi Makin Dekat
Arif Tio Buqi Abdulah April 09, 2026 12:10 AM

TRIBUNNEWS.COM - PSBS Biak semakin terpuruk di dasar klasemen Super League 2025/2026. 

Setelah menelan kekalahan telak 1-6 dari Bali United pada pekan ke-26 (6 April 2026), tim berjuluk Badai Pasifik ini kini makin dekat dengan jurang degradasi.

PSBS Biak saat ini menduduki peringkat ke-18 (paling bawah) dengan hanya 18 poin dari 26 pertandingan. 

Mereka tanpa kemenangan dalam 9 laga terakhir (7 kekalahan dan 2 imbang). 

Kemenangan terakhir PSBS diraih jauh pada 12 Januari 2026 melawan Bhayangkara FC (4-1).

Catatan ini menjadi indikator krisis performa yang serius.

SUPER LEAGUE - Penjaga gawang PSBS Biak, Kadu Monteiro melihat bola masuk ke gawangnya saat melawan Persis Solo dalam pertandingan Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026). PSBS Biak berhasil menahan imbang Persis Solo dengan skor 1-1. Tribun Solo/Muhammad Nursina
SUPER LEAGUE - Penjaga gawang PSBS Biak, Kadu Monteiro melihat bola masuk ke gawangnya saat melawan Persis Solo dalam pertandingan Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026). PSBS Biak berhasil menahan imbang Persis Solo dengan skor 1-1. Tribun Solo/Muhammad Nursina (Tribun Solo/Muhammad Nursina)

Masalah terbesar ada di lini belakang. Hingga pekan ke-26, mereka sudah kebobolan 59 gol. 

Jumlah ini menjadi yang terburuk di liga. Tidak ada tim lain yang kebobolan lebih dari 50 gol.

Situasi ini membuat PSBS sulit bersaing. Setiap kesalahan kecil berujung pada hukuman besar. 

Tanpa perbaikan signifikan, peluang bertahan akan semakin kecil. Waktu mereka semakin terbatas.

Dalam laga melawan Bali United, PSBS sempat unggul lebih dulu lewat penalti Mohcine Hassan di menit ke-30. 

Namun, Bali United membalas dengan 6 gol dari Teppei Yachida, Joao Ferrari (2 gol), Diego Campos, Jordy Bruijn, dan Boris Kopitovic.

Baca juga: Hitung-hitungan Poin Persib Juara Super League 2025/2026: Jalan Menuju Hattrick Penuh Tantangan

Persaingan Sengit di Papan Bawah

Jika dilihat dari persaingan zona degradasi Liga 1 saat ini memang sangatlah sengit.

Sebanyak 6 tim terjerat ancaman turun kasta ke Liga 2, dengan selisih poin yang tipis.

  • PSBS Biak (18 poin)
  • Madura United (20 poin)
  • Semen Padang (20 poin)
  • Persis Solo (21 poin)
  • Persijap Jepara (22 poin)
  • PSM Makassar (25 poin – peringkat 13)
SUPER LEAGUE - Pesepak bola PSBS Biak, Ruyery Alfonso Blanco (tengah) berduel dengan pesepak bola Persis Solo dalam pertandingan Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026). PSBS Biak berhasil menahan imbang Persis Solo dengan skor 1-1. Tribun Solo/Muhammad Nursina
SUPER LEAGUE - Pesepak bola PSBS Biak, Ruyery Alfonso Blanco (tengah) berduel dengan pesepak bola Persis Solo dalam pertandingan Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026). PSBS Biak berhasil menahan imbang Persis Solo dengan skor 1-1. Tribun Solo/Muhammad Nursina (Tribun Solo/Muhammad Nursina)

Meski ada 8 pertandingan tersisa, situasi PSBS Biak semakin suram. 

Selain performa buruk di lapangan, tim juga sempat dihantui masalah internal seperti tunggakan gaji pemain.

Nama PSBS muncul dalam daftar FIFA Registration Ban. Bahkan, mereka terlibat dalam lebih dari satu kasus. 

Situasi ini berpotensi mengganggu stabilitas tim. Fokus pemain dan manajemen bisa terpecah.

Di saat yang sama, rival di papan bawah mulai bangkit. Persis Solo dan Persijap Jepara terus mengumpulkan poin. 

Kedua tim perlahan menjauh dari zona degradasi. Ini membuat tekanan pada PSBS semakin besar.

Semen Padang juga melakukan langkah cepat. Mereka mengganti pelatih demi menyelamatkan musim.

SUPER LEAGUE - Ekspresi pelatih PSBS Biak, Marian Mihail saat melawan Persis Solo dalam pertandingan Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026). PSBS Biak berhasil menahan imbang Persis Solo dengan skor 1-1. Tribun Solo/Muhammad Nursina
SUPER LEAGUE - Ekspresi pelatih PSBS Biak, Marian Mihail saat melawan Persis Solo dalam pertandingan Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/2/2026). PSBS Biak berhasil menahan imbang Persis Solo dengan skor 1-1. Tribun Solo/Muhammad Nursina (Tribun Solo/Muhammad Nursina)

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pesaing. PSBS justru terlihat stagnan tanpa perubahan signifikan.

Jika situasi ini terus berlanjut, degradasi bukan lagi ancaman. Itu bisa menjadi kenyataan pahit bagi Badai Pasifik.

Dengan sisa laga yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat krusial bagi kelangsungan tim asal Papua ini di Liga 1 musim depan.

Semua mata kini tertuju pada pertandingan-pertandingan sisa PSBS Biak. 

Akankah Badai Pasifik mampu bertahan, atau harus rela turun kasta?

Klasemen Super League

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Persib
26
19
4
3
45
14
31
61
2
35
Borneo FC
26
18
3
5
51
26
25
57
3
35
Persija Jakarta
26
16
4
6
47
25
22
52
4
35
Malut United
26
13
7
6
52
33
19
46
5
35
Bhayangkara FC
26
13
5
8
35
29
6
44
6
35
Persebaya
26
11
9
6
38
30
8
42
7
35
Persita
26
12
5
9
35
25
10
41
8
35
PSIM
26
9
11
6
35
33
2
38
9
35
Dewa United
26
11
4
11
31
31
0
37
10
35
Bali United
26
9
9
8
41
38
3
36
11
35
Arema FC
26
8
8
10
37
37
0
32
12
35
Persik
26
8
6
12
32
45
-13
30
13
35
PSM Makasar
26
5
10
11
30
35
-5
25
14
35
Persijap
26
5
7
14
22
41
-19
22
15
35
Persis
26
4
9
13
29
45
-16
21
16
35
Madura United
26
4
8
14
25
45
-20
20
17
35
Semen Padang
26
5
5
16
21
43
-22
20
18
35
PSBS Biak
26
4
6
16
28
59
-31
18
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.