AS-Iran Gencatan Senjata, Wali Kota Cirebon Berharap Perbaikan Ekonomi Flobal
Kemal Setia Permana April 09, 2026 12:11 AM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memantik harapan baru bagi stabilitas global.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut menyoroti perkembangan ini.

Ia menilai dinamika geopolitik global memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi ekonomi daerah, termasuk Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan Effendi Edo saat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat, Rabu (8/4/2026).

“Ya mengenai gencatan senjata AS dan Iran dan apakah gencatan senjata ini memberikan asa untuk perbaikan ekonomi global, khususnya di Cirebon, termasuk ke perekonomian masyarakat yang saat ini menghadapi kenaikan beberapa produk seperti plastik, kedelai, bahan bangunan dan lain-lain,” ujar Edo.

Baca juga: Efek Gencatan Senjata Iran-AS, Pelabuhan Cirebon hingga Pariwisata Jabar Berpotensi Terdongkrak

Menurutnya, masyarakat saat ini masih menghadapi tekanan harga pada sejumlah kebutuhan pokok dan bahan industri.

Karena itu, meredanya konflik internasional diharapkan bisa menjadi titik awal perbaikan, meski belum tentu berdampak instan.

“Intinya saya ingin perang itu berakhir, jadi dampaknya nda terlalu parah,” ucapnya.

Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Iran baru saja menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu. 

Kesepakatan ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai upaya meredakan ketegangan yang sempat memanas.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.

Baca juga: Persentase Juara Persib 55 Persen, Borneo FC dan Persija Tergantung Langkah Pangeran BIru

Pembukaan jalur ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas harga energi dunia.

Sejumlah negara pun menyambut positif langkah tersebut sebagai sinyal awal menuju perdamaian yang lebih luas.

Meski demikian, situasi di lapangan masih tergolong rawan dengan laporan adanya serangan yang tetap terjadi di beberapa wilayah. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.